Sukses

Gedung Sekolah Berstatus Cagar Budaya Butuh Rehabilitasi di Surabaya

Liputan6.com, Surabaya - Gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 di Jalan Praban, Surabaya, Jawa Timur yang berstatus cagar budaya membutuhkan rehabilitasi karena beberapa bagiannya mulai rusak.

Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan Kota Surabaya, Robben Rico menuturkan, gedung SMP Negeri 3 dahulu bernama Meer Uitgebreid Lager Ondowijs (MULO), sekolah setara menengah pertama pada zaman penjajahan Belanda.

"Mumpung posisi masih liburan, jadi misalkan dibongkar, direhat masih ada waktu. Beberapa ruangan memang perlu diperbaiki, seperti kelas perlu dicat ulang dan perbaikan lainnya," ujar dia, seperti dikutip dari laman Antara, Selasa (9/7/2019).

Robben menuturkan, selain mengupayakan rehabilitasi untuk memperbaiki bagian gedung yang rusak, pemerintah kota juga akan membantu sekolah memperbaiki sarana dan prasarana pendukung kegiatan pendidikan. "Agar nantinya semua sekolah di Surabaya memiliki kualitas yang sama," ujar dia.

Robben menuturkan, saat dia mendampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau SMP Negeri 3, pengurus sekolah mengemukakan keinginan untuk membangun lapangan guna menunjang aktivitas olahraga murid di sekolah.

"Kalau ada lapangan, mereka bisa sepak bola, voli, dan beberapa kegiatan olahraga lainnya," ujar dia.

Pemerintah Kota Surabaya, ia menuturkan, akan berupaya membeli lahan yang ada di sekolah tersebut supaya bisa digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan.

"Entah dibuatkan laboratorium atau apa. Intinya digunakan untuk mengembangkan kualitas sekolah yang ada, atau bisa juga kegiatan ekstra misalkan hidroponik dan juga bisa kesenian karawitan," ujar dia.

2 dari 4 halaman

Wali Kota Risma Mulai Gesit Tinjau Sekolah

Sebelumnya, kondisi kesehatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) nampaknya sudah  benar-benar pulih seperti sedia kala.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini nampak gesit, bahkan terkadang dia juga tidak menggunakan kursi roda saat meninjau berbagai proyek dan sekolah.  Kondisi itu seperti terlihat ketika meninjau SMP Negeri 3 Surabaya, Senin, 8 Juli 2019.

Kunjungan tersebut secara khusus dilakukan untuk mengetahui keadaan gedung sekolah yang sudah ada, terutama gedung yang sudah cukup tua untuk direhabilitasi.

Sekolah yang terletak di Jalan Praban itu merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dulunya bernama Meer Uitgebreid Lager Ondowijs (MULO) atau sekolah setara SMP pada zaman penjajahan Belanda.

Pada saat meninjau sekolahan itu, Wali Kota Risma didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga Erna Purnawati, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Robben Rico, Kepala Dinas Pendidikan Ikhsan serta jajaran OPD terkait.

Saat itu, Wali Kota Risma langsung melihat bangunan utama yang sudah mulai melengkung dan perlu perbaikan atau perawatan. 

Kepala Bagian Adminstrasi dan Pembangunan Kota Surabaya, Robben Rico mengatakan, kunjungan Wali Kota Risma itu dalam rangka meninjau kebutuhan sarana prasarana (sarpras) yang dinilai perlu serta memastikan kondisi sarpras yang ada.

"Ibu meminta dalam hal ini Dinas Cipta Karya melakukan rehabilitasi gedung-gedung, terlebih yang posisinya cagar budaya," kata Robben seusai mendampingi Wali Kota Risma meninjau sekolah itu.

Robben menuturkan, rehabilitasi itu dapat dilakukan ketika bangunan-bangunan tersebut sudah mulai keropos.

 

3 dari 4 halaman

Memastikan Ruangan Masih Layak Pakai

Wali Kota Risma dan rombongannya juga ingin memastikan semua ruangan masih layak pakai untuk kegiatan belajar mengajar. Terutama ruang kelas yang membutuhkan perbaikan.

"Mumpung posisi masih liburan, jadi misalkan dibongkar, direhab masih ada waktu. Beberapa ruangan memang perlu diperbaiki, seperti kelas dilakukan cat ulang dan perbaikan lainnya,” lanjut Robben.

Selain meminta melakukan rehabilitasi, Wali Kota Risma juga memastikan kebutuhan dan keperluan apa saja yang kurang dari SMP Negeri 3 Surabaya. Agar nantinya, semua sekolah di Surabaya memiliki kualitas sama.

Pada kesempatan itu, pihak sekolah langsung menjawab beberapa hal yang dibutuhkan di sekolahnya. Di antaranya berharap lapangan olahraga yang dapat digunakan siswa untuk menunjang aktivitasnya di sekolah.

"Kalau ada lapangan, mereka bisa sepak bola, Volly, dan beberapa kegiatan olahraga lain,” lanjut Robben.

Oleh karena itu, Pemkot Surabaya memastikan, lahan yang ada di sebelah sekolah itu akan dibeli apabila pemiliknya ingin menjualnya. Sebab, lahan yang ada di sebelah sekolah itu bukan milik Pemkot Surabaya.

"Entah dibuatkan labaratorium atau apa. Intinya digunakan untuk mengembangkan kualitas sekolah yang ada, atau bisa juga kegiatan ekstra misalkan hidroponik dan juga bisa kesenian karawitan," pungkasnya. 

 

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Makadamia, Kacang Termahal Ditanam Gubernur Khofifah
Artikel Selanjutnya
BPOM Intensif Awasi Pemasaran Kosmetik lewat Media Sosial