Sukses

Menimba Ilmu Sejarah Lintas Kerajaan di Museum Airlangga Kediri

Liputan6.com, Jakarta - Kediri, Jawa Timur, hanya ada satu tempat museum yang banyak menyimpan tentang benda purbakala peninggalan zaman kerajaan. Uniknya, museum ini bercokol di area lereng kaki Gunung Klotok dan lokasinya berdekatan dengan sebuah Goa yang disakralkan oleh masyarakat Kediri yang lebih dikenal dengan nama Goa Selomangkleng. 

Karena lokasi demografisnya berada dilereng kaki Gunung Klotok, museum Airlangga banyak dikelilingi pohon berusia ratusan tahun berukuran besar tinggi menjulang. Nuansa Asri nan rimbun, dengan dikelilingi pemandangan pebukitan maka tak heran, banyak pengunjung yang datang kesini sekedar untuk berwisata sekaligus belajar mengenal sejarah tentang kerajaan Kadiri. 

Museum Airlangga terletak di jalan Mastrip Kawasan Gunung Klotok di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Museum ini berdiri pada 30 November 1991 dengan cakupan luas area 6670 m2. 

Museum ini menampung 147 buah koleksi arkeologi maupun Etnografi. Di Museum Airlangga terdapat dua gedung museum. Gedung Arkeologis diperuntukkan khusus untuk menaruh benda purbakala jenis Artefak atau Arca. 

Sementara untuk gedung Etnografis khusus penempatan benda kebudayaan yang berkembang semacam paginangan, senjata zaman kerajaan dan keramik. 

"Benda purabakala, untuk di dua gedung ada 147. Temuan mulai dari Krisidenan Kediri. Bukan hanya berasal dari Kediri saja," tutur Andi Rahardi, juru Pelihara situs Museum Airlangga, Kamis (18/7/2019). 

2 dari 3 halaman

Ramai Saat Libur Sekolah

Benda purbakala yang ditaruh di museum Airlangga, pada umumnya ditemukan di wilayah Nganjuk, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri hingga Kota Kediri. 

Temuan benda purbakala khusus di wilayah Kota Kediri antara lain semacam Arca, koleksi dari tanah liat, Fragmen relief dari batu kapur yang ditemukan di Kelurahan Lirboyo. Semua temuan benda purbakala ini merupakan peninggalan lintas kerajaan, mulai dari kerajaan Kadiri, Kerajaan Singosari, kerajaan Majapahit.

"Untuk peninggalan lintas kerajaan, mulai dari Kadiri ada, Singosari ada, Majapahit ada," katanya. 

Benda purbakala yang dimuseumkan semacam Gentong batu, Altar batu, Arca Sivanandi, Arca Dewa Wisnu, Yoni, serta Jambangan batu.  Karena lokasi museum berada kawasan di wisata Goa Selomangkleng banyak wisatawan yang datang, sembari mampir berkunjung ke museum Airlangga, belajar tentang sejarah Kadiri. 

Untuk masuk ke museum Airlangga, pengunjung hanya ditarik biaya Rp 1000. Sementara bagi usia kategori anak, cukup hanya menyisikan uang Rp 500. 

Jika musim libur sekolah, maupun libur nasional tiba, museum Airlangga banyak didatangi pengunjung dari berbagai kategori usia. Mereka yang datang tidak hanya berasal dari lokalan Kediri melainkan dari Kresidenan Kediri antara lain seperti Nganjuk, Blitar, Tulunganggung, dan Trenggalek.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Mencicipi Usaha Serbuk Minuman Tradisional Beromzet Belasan Juta Rupiah
Artikel Selanjutnya
Polisi Bakal Panggil 5 Perwakilan Ormas Terkait Insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya