Sukses

Harga Cabai Makin Pedas, Bulog Gelar Operasi Pasar di Surabaya

Surabaya - Operasi pasar dilakukan di Pasar Tambakrejo dan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (2/8/2019). Ini sebagai respons dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jatim bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Jatim seiring harga cabai yang terus meningkat.

Bulog gelontorkan cabai rawit antara 50-70 kilogram setiap kali operasi pasar di satu lokasi sasaran. Kali ini, ada dua lokasi sasaran yaitu Pasar Tambakrejo dan Pasar Wonokromo, Surabaya.

"Hari ini kami operasi di Pasar Tambakrejo dan Wonokromo. Kami berharap dengan operasi pasar ini harga cabai berangsur turun," tutur Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan, di Pasar Tambakrejo, Simokerto, Surabaya, seperti dikutip dari suarasurabaya.net.

Kegiatan ini digelar merespons instruksi Gubernur Jawa Timur tentang pelaksanaan operasi pasar sebagai upaya menurunkan harga cabai. Operasi pasar ini akan terus digelar untuk menurunkan harga cabai rawit.

Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim menunjukkan, rata-rata harga cabai rawit pada Jumat sudah mencapai Rp 75 ribu per kilogram (kg).

2 dari 3 halaman

Harga Cabai

Selain itu ada salah satu daerah yang harga cabai rawitnya sudah mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Di Ngawi, harga rata-rata cabai rawit di sana sudah Rp 83.33 per kilogram (kg).

Di Magetan termasuk tinggi. Rata-rata mencapai Rp 80.333 per kilogram per hari ini. Sedangkan di Lumajang, dari 37 kabupaten, kota lain di Jawa Timur, yang rata-rata harga cabainya turun empat persen di angka Rp80 ribu per kilogram. Sebelumnya, harganya mencapai Rp85 ribu per kilogram.

"Surat imbauan Ibu Gubernur sudah turun. Bupati dan wali kota supaya menggelar operasi pasar cabai. Pemkot Surabaya hari ini operasi di Pasar Genteng dan Pasar Benowo. Beberapa kabupaten/kota lain juga sudah dari 16 Juli kemarin," ujar Drajat.

Wakil Kepala Bulog Divre Jawa Timur, Fachria Latuconsina mengatakan, operasi pasar akan dilakukan Rabu dan Jumat setiap pekan. Sementara ini baru dua pasar yang menjadi sasaran.

"Kalau ada perintah, kami berkembang ke pasar lain. Selain di sini, 13 sub divre juga sudah kami minta operasi pasar. Kediri, Malang, dan Probolinggo rata-rata sudah," ujar Fachria. 

Dia memastikan, operasi pasar ini akan terus dilakukan sampai harga cabai rawit di Jawa Timur kembali stabil.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Omah Tua di Surabaya, Tempat Nongkrong Asyik Berusia 112 Tahun
Artikel Selanjutnya
Yuk Kunjungi 4 Taman di Surabaya Ini Bersama Sahabat