Sukses

Jurus Pemprov Jawa Timur Genjot Ekonomi Digital

Liputan6.com, Surabaya - Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Jawa Timur bersama GoJek dan gopay mendukung pembangunan Jawa Timur melalui penguatan potensi ekonomi digital.

Dukungan itu ditunjukkan dengan penandatanganan  nota kesepahaman antara Gojek, GoPay dan Pemprov Jawa Timur dalam pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik di Jawa Timur melalui inovasi teknologi ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Jawa Timur lainnya. 

"Melalui kolaborasi strategis ini kami sangat bangga bahwa kini Gojek sebagai perusahaan super-app terdepan di Asia Tenggara, mendapatkan kesempatan dari Pemprov Jawa Timur untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan di Jawa Timur melalui solusi teknologi dan inovasi yang kami tawarkan dalam ekosistem kami dalam menciptakan dampak sosial di Jawa Timur," tutur Chief Public Policy & Government Relations Gojek Group, Shinto Nugroho di Surabaya, Rabu, 7 Agustus 2019.

Nawa Bhakti Satya adalah sembilan misi pembangunan Provinsi Jawa Timur periode 2019-2023 yang bertemakan peningkatan sumber daya manusia Jawa Timur untuk pertumbuhan berkualitas dan berdaya saing. 

Melalui kerja sama ini, Gojek, gopay dan Pemprov Jawa Timur tidak hanya berkolaborasi dalam digitalisasi dan peningkatan promosi produk koperasi dan UMKM Jawa Timur dalam program Gojek Wirausaha, tetapi juga dalam bidang lain seperti pengembangan pembayaran layanan publik non tunai melalui  gopay.

Pengembangan promosi pariwisata Jawa Timur melalui GoTix, platform penyedia tiket dalam ekosistem Gojek, serta pengembangan talenta ekonomi digital di Jawa Timur dengan berpartisipasi dalam program Millennial Job Center Pemprov Jawa Timur. 

Shinto menambahkan, Gojek melihat visi Nawa Bhakti Satya sejalan dengan cita-cita dan komitmen Gojek dalam meningkatkan dampak sosial, khususnya melalui ekonomi digital. 

"Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyatakan bahwa kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 44.2 triliun, di mana secara khusus melalui berbagai layanannya Gojek telah berkontribusi Rp. 2,2 triliun bagi perekonomian Kota Surabaya, Jawa Timur selama tahun 2018," kata dia. 

Dalam penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan dalam puncak acara Hari Koperasi ke-72 Provinsi Jawa Timur di Grand City Convention & Exhibition Surabaya ini, Gojek juga menawarkan program dukungan menyeluruh pada pelaku sektor informal dan UMKM, termasuk salah satunya UMKM binaan Pemprov Jatim dengan cara menyelenggarakan pelatihan, fasilitasi usaha pemasaran, serta fasilitasi akses lapangan kerja dalam ekosistem Gojek melalui program pelatihan yang bernama Gojek Wirausaha. 

Program Gojek Wirausaha adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh Gojek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka. Program ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar bisa menjadi naik kelas dengan masuk ke dunia digital. 

Lewat kampanye Gojek Wirausaha GoNusantara (Gerakan Online Nusantara), Gojek berusaha mendorong lebih banyak lagi UMKM Go Online, melalui pemberian akses bagi UMKM yang sudah mengikuti pelatihan untuk masuk ke ekonomi digital lewat platform Gojek yakni GoFood, gopay serta Arisan Mapan. 

"Saat ini Gojek semangat melihat keaktifan Pemerintah Indonesia melalui berbagai kementerian dan lembaga dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM, termasuk juga Pemprov Jatim lewat misi Jatim Berdaya. Sesuai dengan misi kami untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, Gojek berupaya menjawab tantangan yang dihadapi UMKM dengan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi," ucap Shinto.

2 dari 3 halaman

Potensi UMKM di Jawa Timur

Gojek Wirausaha telah melatih lebih dari 14 ribu UMKM se-Indonesia di 16 kota di Indonesia melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah, dengan lebih dari 750 UMKM diantaranya berasal dari Jawa Timur. 

Potensi kolaborasi bersama UMKM Jawa Timur masih terbilang sangat tinggi, dengan data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada kuartal II 2019 sebesar 5,72 persen secara year on year (YoY) dengan ditopang lebih dari 9,57 juta UMKM.

Selain itu, Gojek juga siap berkolaborasi dalam program Millennial Job Center sebagai pelaksanaan dari visi Jatim Kerja dalam menyediakan berbagai talenta ekonomi digital di Jawa Timur. Dalam program ini, Gojek akan membina dan melatih berbagai lulusan dan tenaga kerja di Jawa Timur dalam menghadapi tren pekerjaan baru di kalangan generasi millennial.

"Sebagai perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara yang memiliki tiga super-app di dalam ekosistemnya, kami melihat pengembangan sumber daya manusia merupakan kunci pengembangan ekonomi digital di Indonesia kedepannya, sebagaimana juga arahan Presiden dan misi Jatim Kerja," ujarnya. 

"Inovasi Pemprov Jawa Timur ini sangat baik bagi Jawa Timur sebagai provinsi tertinggi kedua dalam jumlah penduduk di Indonesia dalam menghadapi bonus demografi,” ia menambahkan.

Gojek juga membantu pembangunan Jawa Timur dengan pemanfaatan ekonomi digital melalui ekosistem pembayaran nontunai yang dihadirkan oleh gopay salah satunya kemudahan akses pembayaran retribusi daerah dan pajak daerah di Jawa Timur. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Menko Luhut Ingin Konsultan RI Dapat Evaluasi Kereta Jakarta-Surabaya
Artikel Selanjutnya
Pelaku Industri Tekstil Bakal Pindahkan Pabrik ke Jateng dan Jatim