Sukses

Banyak Bangunan Nuansa Islam, Ini 5 Wisata Religi Madura yang Wajib Dikunjungi

Liputan6.com, Jakarta Pulau Madura merupakan salah satu wilayah yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Pulau Madura ini sangat terkenal dengan tradisi karapan sapi dan beragam kuliner yang menggoyang lidah. Selain itu, pulau ini juga dikenal dengan masyarakatnya yang patuh akan sosok pemuka agama atau kyai. 

Kentalnya adat keislaman di Madura, membuat pulau ini terkenal sebagai daerah santri. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemakaman-pemakaman wahyu Allah SWT serta tempat-tempat religi yang sering dijadikan sebagai wisata religi bagi sebagian orang. Tak hanya masyarakat Madura, para pendatang yang berasal dari luar pulau juga kerap mengunjungi tempat wisata religi ini.

Merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dijaga warga Madura, mengunjungi makam-makam keramat atau bersejarah sudah menjadi kebiasaan yang wajib dilakukan. Umumnya, makam-makam ini adalah makam para ulama dan kyai yang berperan menyebarkan agama Islam.

Nah, buat kamu yang tertarik dengan cerita sejarah agama Islam, bisa banget mengenang dengan mengirimkan doa kepada para ulama tersebut. Untuk itu, sempatkan diri untuk mengunjungi beberapa wisata religi di Madura. Berikut ini Liputan6.com, Sabtu (24/8/2019) telah merangkum dari berbagai sumber beberapa tempat wisata religi di Madura yang bisa kamu kunjungi.

2 dari 6 halaman

Makam Asta Tinggi

Tak hanya makam dari ulama besar saja yang kerap dimuliakan, namun makam dari para raja serta keluarganya juga tidak luput dari kunjungan religi. Hal ini dikarenakan masyarakat Madura begitu terpukau dengan kharisma para pemimpinnya.

Nah, salah satu wisata religi di Madura yang bisa dikunjungi adalah Makam Asta Tinggi. Makam ini terletak di bukit Kebon Agung Sumenep. Setibanya di sini, kamu akan dibuat takjub karena penataan makam hingga pintu gerbangnya yang begitu artisitik. Secara etimologis juga, pengertian dari Asta Tinggi ini adalah makam yang tinggi.

3 dari 6 halaman

Makam Syaikhona Kholil

Raden Kyai Haji Kholil sangat terkenal di kalangan umat Muslim, salah satunya bagi masyarakat Nahdliyyin (NU). Raden Kyai Haji Kholil atau biasa disapa dengan Mbah Kholil menjadi sangat terkenal karena beliau merupakan guru dari pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asy’ari.

Walaupun kini kamu sudah tak bisa melihat sosoknya lagi, namun kamu bisa mengenang dan mengirimkan doa di makamnya. Makamnya ini terletak di kawasan Martajasah, Kabupaten Bangkalan.

Makamnya kini dijadikan sebagai tempat wisata religi di Madura yang cukup populer. Karena banyak dikunjungi oleh para peziarah, maka tempat yang satu ini sangat direkomendasikan. Selain itu, di sini kamu juga bisa melihat salah satu masjid terindah. Nama masjidnya adalah Masjid Mubarok Murtajasah Bangkalan.

4 dari 6 halaman

Aeng Mata Ebuh (Air Mata Ibu)

Wisata religi Madura lainnya yang bisa kamu kunjungi adalah Aeng Mata Ebuh. Tempat wisata ini terletak di kecamatan Arosbaya, tidak terlalu jauh dari makam Syaikhona Kholil. Terdapat kisah yang menyedihkan dari terbentuknya Aeng Mata ibu ini.

Dimana dikisahkan Cakraningrat I yang merupakan raja Madura kala itu, ternyata lebih sering menghabiskan waktunya di Mataram. Sehingga membuat istirnya bernama Syarifah Ambani merasa sedih dan beliaupun melakukan pertapaan di sebuah bukit yang berada di Desa Buduran Arosbya.

Di situ beliau memohon dan berdoa agar keturunannya hingga tujuh turunan bisa ditakdirkan menjadi penguasa pemerintahan di Madura. Dan ketika sedang bertapa, beliau bertemu dengan Nabi Hidir. Nabi Hidir inipun mengatakan jika semua permohonannya akan dikabulkan. Sehingga Syarifah pun sangat senang dan kembali pulang ke rumah.

Nah, seketika suaminya kembali dari Mataram, Syarifah Ambani ini menceritakan mengenai pertapaan tersebut. Sayangnya, Cakraningkart I justru marah besar terhadap sikap yang dilakukan oleh istrinya tersebut. Pasalnya ia hanya memohon dan berdoa sampai tujuh turanan saja. Hal inipun membuat Syarifah Ambani merasa bersalah dan menangis dari pagi hingga malam tanpa henti.

Tangisannya inipun membuat kondisi setempat menjadi banjir yang kini telah menjadi sebuah mata air atau yang disebut dengan Aeng Mata Ebuh. Nah, apabila kamu penasaran dengan tempatnya, kamu bisa langsung menuju ke sini karena akses jalannya sudah nyaman untuk dilewati.

5 dari 6 halaman

Makam Sultan R. Abdul Kadirun

Wisata religi di Madura berikutnya adalah Makam Sultan R. Abdul Kadirun. Makam ini terletak di Jalan Sultan Abdul Kadirun, Bangkalan. Situs makam keramat ini menjadi salah satu tempat wisata religi di Madura yang wajib dikunjungi. Selain menjadi wisata religi andalam dari kabupaten Bangkalan, lokasi dari makam ini juga dinilai sangat strategis. Karena berada tepat di jantung kota Bangkalan.

Jadi, buat peziarah yang datang dari luar daerah, baik perorangan maupun rombongan, akan secara otomatis menikmati keindahan kota Bangkalan yang eksotis ini.

6 dari 6 halaman

Masjid Agung Sumenep

Masjid Agung Sumenep merupakan salah satu masjid yang terletak di Sumenep, Madura. Secara garis besar, arsitektur dari masjid ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Madura, Jawa, Eropa, dan Tiongkok.

Ketika kamu mengunjungi masjid ini, dan menuju ke pintu gerbang utamanya, kamu akan meliat corak arsitekturnya yang sangat khas dengan nuansa kebudayaan Tiongkok. Masjid ini sendiri sudah berdiri sejak 1779. Lokasi masjid ini sangat mudah dijangkau, maka tak mengherankan kalau masjid ini banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Tradisi Unik Suku Madura yang Masih Dilestarikan