Sukses

5 Kuliner Khas Lamongan yang Wajib Dicicipi, Kelezatannya Menggoda

Liputan6.com, Jakarta Kuliner khas Lamongan mungkin sudah sangat dikenal di pelosok Pulau Jawa. Bagaimana tidak, salah satu kota di Jawa Timur ini memiliki makanan dengan cita rasa khas yang berbeda dengan makanan di daerah-daerah lain.

Bahkan, kamu tidak akan kesulitan menemukan warung makan lamongan di tepi jalan mana pun di Pulau Jawa. Kuliner khas Lamongan ini juga populer dengan Soto Lamongan yang memiliki cita rasa yang berbeda pula dengan soto pada umumnya.

Kuliner khas Lamongan wajib kamu cicipi jika sedang berkunjung ke Jawa Timur. Tentunya rasa makanan yang berada di tempat asalnya biasanya akan lebih enak daripada jika kamu menyantap makanan tersebut di tempat lain.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (25/8/2019) ragam kuliner khas Lamongan yang wajib dicicipi.

2 dari 6 halaman

Soto Lamongan

Rasa-rasanya tidak ada yang tak mengenal kuliner khas Lamongan yang legendaris satu ini, yaitu Soto Lamongan. Soto Lamongan bisa ditemukan hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Soal rasa, Soto Lamongan tidak perlu diragukan lagi. Kenikmatannya tiada duanya.

Soto Lamongan adalah soto ayam dengan ciri khas kuah kuning dengan campuran koya yang terbuat dari kerupuk udang dan bawang putih yang digoreng. Rasanya sangat segar dan lezat dengan citarasa yang gurih dan enak. Bila kamu tidak sempat ke Lamongan, kamu juga sudah bisa menikmati kuliner khas Lamongan satu ini di berbagai tempat di Indonesia. Banyak soto lamongan yang bukan di Lamongan yang memiliki rasa tidak kalah enak dengan di tempat aslinya.

3 dari 6 halaman

Nasi Boranan

Nasi Boranan adalah kuliner khas Lamongan yang mudah sekali ditemukan jika kamu berkunjung ke Lamongan. Hampir di setiap sudut kota Lamongan ada penjaja Nasi Boranan. Nama Boranan sendiri berasal dari nama wadah nasi anyaman bambu yang dipakai. Oleh warga, wadah itu dikenal dengan nama Boran.

Nasi Boranan terdiri dari nasi, bumbu, lauk dan rempeyek. Pelengkap lain yang melengkapi nasi boranan adalah empuk (tepung yang digoreng) dan pletuk (kacang dan remah nasi aking). Bumbu dari kuliner khas Lamongan satu ini terdiri dari rempah-rempah yang ditambahkan dengan cabai dan kelapa parut yang dihaluskan. Lauk lain yang ditawarkan di antaranya daging ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu, tempe.

4 dari 6 halaman

Bandeng Colo

Sebagai salah satu sentra penghasil ikan tawar di Jawa Timur, Kabupaten Lamongan memiliki banyak kuliner berbahan dasar ikan bandeng. Salah satunya adalah bandeng colo.

Bandeng Colo merupakan kuliner khas Lamongan berupa olahan masakan paduan bumbu khusus. Olahannya mampu menghilangkan bau tanah dan bau amis bandeng yang selalu melekat. Makanan ini hanya bisa dijumpai di salah satu rumah makan yang berada di Jalan Sunan Giri, Lamongan.

5 dari 6 halaman

Asem Bandeng

Karena lokasinya dekat dengan laut, Lamongan adalah lokasi yang tepat untuk budidaya bandeng yang hidup di air payau. Tidak mengherankan kalau olahan bandeng menjadi kuliner khas Lamongan. Selain Bandeng colo-colo, ada juga Asem Bandeng.

Meski namanya Asem, tapi kuliner khas Lamongan satu ini tidak memiliki rasa yang asam. Jadi asem bandeng ini aman untuk seseorang yang memiliki lambung yang sensitif. Makanan ini dinamakan Asem Bandeng karena bandeng dimasak dalam kuah bening lalu disajikan dengan nasi panas. Di Jawa, olahan daging dengan kuah rempah bening biasa disebut ‘asem-asem’.

Salah satu kedai Asem Bandeng Lamongan yang wajib kamu coba adalah milik Cak Takim. Lokasinya berada di Dusun Mojomanis, Kecamatan Kembang.

6 dari 6 halaman

Wingko Babat

Nama Wingko Babat sepertinya sudah sangat dikenal. Bahkan, Wingko Babat sering dijadikan oleh-oleh jika kalian berkunjung ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Seperti Yogyakarta atau Semarang. Tapi, tahukah kamu jika Wingko berasal dari Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Wingko Babat adalah kuliner khas Lamongan berupa jajanan berbahan dasar tepung ketan, gula pasir dan kelapa parut. Salah satu produsen Wingko Babat yang paling terkenal adalah Loe Lan Ing. Usaha Wingko Babat ini mulai dirintis sejak tahun 1900-an. Wingko Babat Loe Lan Ing berada sekitar 1 km di sebelah barat pertigaan Babat. Ini merupakan pertigaan titik temu antara kota Surabaya, Tuban, dan Bojonegoro.

Loading