Sukses

VIDEO: Pemuda Surabaya Raup Omzet Rp 200 Juta Berkat Ternak Lovebird

Liputan6.com, Jakarta - Berawal dari kegemarannya memelihara burung jenis lovebird atau burung cinta, seorang pemuda warga Manukan Surabaya, berhasil meraih omzet Rp 100-200 juta per bulan dari usahanya menangkarkan burung cinta jenis impor.

Berbeda dari burung lokal, burung lovebird impor selain memiliki warna bulu yang lebih cerah, juga ukuran tubuhnya yang besar.Semangat wirausaha dan pantang menyerah, yang ditanamkan dalam diri Lalang Kibar kini berbuah manis.

Pria warga Surabaya ini (32), sejak 2010 silam beternak burung pemakan biji-bijian ini. Meski awalnya sempat gagal namun ia tetap semangat menangkarkan burung lovebird. Kini, usaha penjualan lovebird miliknya per bulan omzetnya bisa mencapai Rp 100 juta-Rp 200 juta. Di rumahnya di kawasan Manukan Adi Surabaya, terdapat lebih dari 2.000 pasang burung cinta, mulai dari indukan sampai anakan.

Dibantu 15 orang karyawannya, pria yang juga menjadi Ketua Komunitas Lovebird Indonesia, KLI Surabaya, ini ikut menjaga kebersihan kandang penangkaran serta kesehatan burung lovebird. Pemberian pakan berupa aneka biji-bijian harus bersih, dan bebas dari kutu.

Telur burung lovebird biasanya menetas setelah 2 sampai 3 minggu. Usia 3 bulan, anakan lovebird baru dipisah dari induknya ditempatkan di ruang khusus dengan lampu penghangat. Selain dipasarkan melalui media daring, para pecinta burung lovebird ini, biasanya langsung datang di kandang penangkaran.

Di pasaran harga satu ekor burung lovebird impor jenis parblue, biola, dan violet ini cukup fantastis, mulai dari Rp 50 juta-Rp 300 juta per ekornya. Melihat harganya yang cukup menggiurkan, kini banyak orang yang berlomba-lomba untuk mulai beternak burung cinta ini, demikian seperti yang diberitakan program Fokus, 10 September 2019.