Sukses

VIDEO: Perampok Toko Emas Diduga Terkait Jaringan Teroris

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa perampokan toko emas, terjadi di Magetan, Jawa Timur. Pelaku yang sempat berusaha kabur, berhasil diringkus dan menjadi bulan-bulanan warga. Dari pemeriksaan sementara, pelaku yang juga pernah menusuk perut Bupati Madiun pada 2009 silam itu, diduga terkait jaringan teroris.

Dalam video amatir ini, YT (41), warga Madiun, sebenarnya sudah berhasil merampok toko emas Dewi Sri, di Kecamatan Barat, Magetan. Saat berusaha kabur menggunakan motor, warga berhasil meringkusnya. Beruntung polisi segera datang, hingga nyawa pelaku terselamatkan.

Saat digeledah, YT, berhasil membawa uang tunai Rp 10 juta, 5 cincin, dan 3 gelang emas. Selain itu, polisi menemukan dua kaleng yang diduga bom rakitan, sebuah sangkur, sebuah pistol mainan, dua kotak peluru senapan angin kaliber 4,5 mm, satu lembar kertas cara merakit bom, dan 3 buah handphone.

Kuat dugaan pelaku adalah anggota teroris untuk sementara pelaku berikut barang bukti dibawa ke kantor Polsek Jiwan, Madiun. Selama pemeriksaan kantor Polsek dijaga ketat personil Brimob.

”Sekarang kita tangani, kita kembangkan, masih kita dalami, barang bukti diamankan, ya ada beberapa dokumen-dokumen, senjata mainan," ujar Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Riffai.

Sementara Tim Densus 88 langsung bergerak menggeledah rumah dan kios pelaku di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Selain itu rumah mertua, pelaku YT juga tak luput dari penggeledahan aparat, penggeledahan rumah dan kios YT mengundang perhatian banyak warga, mereka tidak mengira, jika YT yang sehari-hari terkenal baik dan berjualan plastik, nekad merampok toko emas.

Belum diketahui apa yang didapat Tim Densus 88 dari pemeriksaan di rumah YT dan mertuanya, sementara, dari data yang ada, YT ternyata pernah ditangkap polisi karena menusuk perut Bupati Madiun, Muchtarom, usai melakukan dialog dengan warga, Desember 2009 silam, saat itu YT marah dengan sambutan Bupati Madiun yang dianggap berlebihan, demikian seperti yang dilansir Fokus, 26 Agustus 2019.