Sukses

PDAM Giri Tirta Gresik Siapkan Rp 718 Miliar untuk Produksi Air

Liputan6.com, Gresik - Masyarakat Gresik, Jawa Timur tidak akan kekurangan air bersih lagi pada akhir 2020 atau paling lambat awal 2021. PDAM Giri Tirta Gresik akan menambah produksi air bersih sebesar 1.000 liter per detik.

Untuk penambahan produksi dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Gresik tersebut. PDAM Giri Tirta Gresik telah bekerjasama dengan investor untuk memanfaatkan air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS). Nilai investasi mega proyek air bersih untuk masyarakat sebesar Rp 718 miliar.

"Diperkirakan pada akhir September 2019 megaproyek PDAM Giri Tirta Gresik akan dimulai. Pekerjaan awal yang akan dilakukan yaitu penanaman pipa transmisi dengan diameter 1.100 mm," ujar Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah yang akran dipanggil Riza melalui kepala Bagian Humas dan Protokol, Sutrisno, Kamis (12/9/2019).

Sebelum pemasangan pipa berlangsung, PDAM Gresik beserta jajaran pemerintah akan sosialisasi kepada masyarakat Kecamatan Bungah dan Kecamatan Manyar di pendopo kecamatan masing-masing.

Pipa transmisi sepanjang 7,8 km dengan diameter 1.100 mm akan dipasang mulai dari Desa Sidomukti sampai pertigaan Bungah Gresik. Total semua panjang pipa yang akan ditanam 41 km. Pipa ini akan ditanam sepanjang wilayah Kecamatan Bungah dan Kecamatan Manyar.

"Masyarakat tidak usah kuatir bahwa pipa yang akan ditanam tak melulu pipa transmisi, melainkan juga ada pipa pendamping yaitu pipa distribusi. Jadi masyarakat juga akan menikmati air dari BGS ini. Dari pipa distribusi ini akan terdistribusi ke rumah-rumah masyarakat sekitar Bungah dan Manyar," papar Riza.

2 dari 4 halaman

Jumlah Produksi Air Bersih

Saat ini, jumlah produksi air bersih PDAM Gresik sebesar 1.327 liter per detik (lpd) yang hanya mencukupi 43 persen masyarakat Gresik di 11 kecamatan.

Praktis dengan selesainya pemanfaatan air BGS akan memberikan tambahan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat Gresik. BGS ini akan menambah sekitar 20 persen pelanggan baru.atau 70 ribu Sambungan Rumah. Pemanfaatan air BGS ini akan menambah pasokan untuk masyarakat pelanggan di Kecamatan Bungah, Manyar dan sebagian perkotaan.

"Sedangkan produksi air yang ada saat ini bisa lebih dioptimalkan untuk masyarakat pelanggan lama PDAM atau bahkan bisa menambah pelanggan baru khususnya untuk masyarakat perkotaan serta wilayah Gresik Selatan,” urai Riza.

Terkait perkiraan pemanfaatan air BGS pada akhir 2020– awal 2021, Riza hanya menyebutkan perkiraan sesuai perkembangan proyek.

"Usai penanaman pipa yang diperkirakan kurang lebih sebulan. Pihaknya masih akan melaksanakan pekerjaan Intake Air, lalu pipa Distribusi ke IPA, Booster (Reservoir), Valve, Sambungan rumah (SR) yang kami perkirakan memakan waktu satu tahun," pungkasnya. 

 

3 dari 4 halaman

Warga Rogoh Kocek hingga Rp 40 Ribu untuk Air Bersih di Gresik

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik menyiapkan lima armada truk tangki yang berisi air bersih terutama di desa-desa yang alami kesulitan air. Hal ini mengingat ada 59 desa di empat kecamatan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur alami kesulitan air bersih.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gresik, Dianne Hetty menuturkan, telah menyiapkan lima armada truk tangki yang berisi air bersih, dan setiap hari menyasar beberapa desa yang mengalami kesulitan air.

"Kami sudah siapkan lima armada truk tanki, dan siap keliling di beberapa desa yang mengalami kekeringan," kata dia seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Agustus 2019.

Ia mencatat, empat kecamatan yang terkena kesulitan air bersih masing-masing adalah Kecamatan Benjeng, Kedamean, Cerme dan Balungpanggang.

Warga pun merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air.Bahkan warga harus menunggu penyaluran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) wilayah setempat.

Salah satu warga di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng Gresik, Sishadi Wilopo menuturkan, desanya merupakan lokasi yang paling parah terkena kesulitan air bersih. Kekeringan yang terjadi sudah berlangsung tiga bulan terakhir.

Ia mengatakan, setiap harinya harus mengeluarkan uang Rp20 ribu hingga Rp40 ribu untuk membeli air, karena sumur yang biasanya dijadikan warga untuk mengambil air bersih mengalami kekeringan dan hanya mengeluarkan air yang rasanya asin. "Oleh karena itu, ketika ada droping dari PDAM seperti saat ini kami sangat terbantu karena sudah tiga bulan ini kesulitan air," kata dia.

Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan juga telah menerjunkan anggotanya untuk mengamankan droping air bersih, agar warga tidak berebut.

"Kami juga membantu dengan memberikan air bersih karena kami mempunyai program Polisi Peduli, dan InsyaAllah bisa meringankan, dan kami juga memberikan bantuan mengalirkan selang ke ratusan jerigen milik warga, agar tidak berebut dan berjalan tertib," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Jelang Pilkada 2020, Baliho Toni-Jeje Bertebaran di Surabaya
Artikel Selanjutnya
Surabaya Siapkan Hi-Tech Mall Jadi Pusat Kesenian dan Pertokoan Elektronik