Sukses

Mengenang Ida Laila, Ini 5 Hal Seputar Perjalanan Hidupnya

Liputan6.com, Jakarta - Dunia musik Indonesia kembali dirundung duka. Pedangdut legendaris kelahiran Surabaya, Ida Laila menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis dini hari (12/9/2019). Ida Laila meninggal pada usia 75 tahun.

Kabar dukacita ini diketahui melalui unggahan Elvy Sukaesih di akun Instagramnya. Dalam unggahannya itu dikatakan Ida Laila meninggal dunia sekitar pukul 02:00 dini hari.

"Telah berpulang ke Rahmatulloh Ibunda Hj. Moerahwati/Ida Laila (penyanyi dangdut Legendaris) pelantun lagu *Sepiring Berdua* sekitar pukul 02:00 dini hari. Semoga almarhumah Husnul Khotimah, Aamiin Yaa Robbal'Alamiin 🤲😔😭," tulis Elvy Sukaesih.

Melalui karyanya, sosok Ida Laila terkenal di era 60 hingga 70an. Berikut ini adalah lima hal seputar Ida Laila yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber:

 

2 dari 3 halaman

Lima Hal Seputar Ida Laila

1. Pedangdut Asli Surabaya

Ida Laila lahir dengan nama asli Murah Ati. Pedangdut ini lahir di Surabaya pada 27 November 1943. Ia merupakan putri dari pasangan Sukur dan Murji’ah. Ida Laila menikah dengan suaminya yang bernama Mulyono pada 1963.

2. Legenda Orkes Melayu Jawa Timur

Awal perjalanan Ida Laila dimulai pada 1960. Ia mengawali kariernya bersama OM Sinar Kumala di Surabaya. Setelah itu, Ida Laila beberapa kali bergabung dengan grup-grup orkes melayu lain seperti OM Awara, OM Sonata, dan OM Sanata.

3. Menyanyi Lagu Dangdut Religi

Ida Laila tenar dengan lagunya yang berjudul “Keagungan Tuhan”. Lagu ini karya A. Malik Buzaid, pimpinan Orkes Melayu Sinar Kemala pada 1964.

Karya lain yang melambungkan nama Ida Laila adalah lagunya yang berjudul “Siksa Kubur” ciptaan Achmadi dan dinyanyikan ulang oleh Rita Sugiarto dan Orkes Melayu (OM) PSP.

Lagu lain miliknya yang populer juga “Sepiring Berdua”. Lagu ini kerap disebut melankolis lantaran liriknya yang penuh derita, ditambah dengan karakter suaranya yang mendayu-dayu.

4. Jadi Penceramah

Ida Laila mengakhiri kariernya sebagai penyanyi sekitar tahun 1997-1998 atau saat kejatuhan Orde Baru Soeharto. Usai itu, Ida Laila lebih banyak mendapat undangan untuk menjadi penceramah agama. Hal itu disampaikan langsung oleh sang suami, Mulyono pada 29 Maret 2018.

“Ibu (Ida Laila) meninggalkan dunia hiburan (menyanyi) sekitar tahun 1997-1998 atau saat kejatuhan Orde Baru Soeharto. Setelah itu, Ibu lebih banyak mendapat undangan untuk ceramah agama,” ucap Mulyono pada Kamis 29 Maret 2018.

5. Berkarya di Era Piringan Hitam

Sejak dekade awal Indonesia merdeka, Ida Laila sudah giat menciptakan lagi-lagu hit kala itu. Karyanya mengalun di seantero Indonesia, terlebih bagi penggemar dangdut Jawa Timur. Terbukti, puluhan lagu pun berhasil ia ciptakan bersama beberapa orkes dangdut terkemuka.

Dengan OM Awara, penyanyi ini melahirkan sedikitnya 18 album piringan hitam. Bersama OM Sinar Mutiara meluncurkan tujuh buah album. Diiringi OM Sonata ia menelorkan empat atau lima album.

(Kezia Priscilla, mahasiswi UMN)

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Jelang Pilkada 2020, Baliho Toni-Jeje Bertebaran di Surabaya
Artikel Selanjutnya
Surabaya Siapkan Hi-Tech Mall Jadi Pusat Kesenian dan Pertokoan Elektronik