Sukses

VIDEO: Wakapolda Jatim Datangi Konjen Australia

Liputan6.com, Jakarta - Untuk memastikan keberadaan Veronika Koman, tersangka provokasi kasus kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua, Wakapolda Jawa Timur beserta jajarannya, mendatangi Konsulat Jendral Australia di Jalan Dokter Ir. H. Soekarno, Surabaya. Kedatangan kali ini untuk berkoordinasi dan memastikan keberadaan Veronica di Australia.

Wakapolda Jawa Timur, Brigjend Polisi Toni Harmanto, Rabu siang mendatangi kantor Konjen Australia di Jalan Dokter Ir. H. Soekarno, Surabaya.

Kedatangan Wakapolda beserta jajarannya tersebut, untuk berkoordinasi dan memastikan keberadaan Veronica Koman, tersangka provokasi kasus kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan Surabaya.

Diduga keberadaan tersangka Veronica di  Australia, karena suaminya warga negara Australia. Brigjend Pol Toni Harmanto, juga mengatakan, pihak Konjen Australia menegaskan, tidak akan mencampuri hukum di Indonesia, dan berharap pihak konjen bisa membantunya.

Sebelumnya Kepolisian Daerah Jawa Timur, telah mengirimkan panggilan kedua kepada tersangka dengan batas waktu hingga 13 September. Namun karena polisi masih mencari keberadaan tersangka ini, kini polisi memberi toleransi dua minggu lagi dari 13 September 2019.

"Seperti dijelaskan Bapak Kapolda kemarin dan kami, langkah yang akan kita kerjakan ada tahapan-tahapannya, setelah dua kali, surat panggilan juga tidak diindahkan oleh yang bersangkutan, kita tentunya akan menerbitkan daftar pencarian orang, berikutnya kita akan layangkan itu, surat menyurat kepada Mabes Polri untuk berkomunikasi dengan Kantor Kedutaan Besar Indonesia yang ada dimana wilayah tersangka berada,” kata Wakapolda. Demikian seperti yang dilansir Liputan6, 12 September 2019.

Veronica Koman, menjadi tersangka kasus dugaan rasisme dan provokasi, yang menyebabkan kerusuhan di Papua. Polisi sudah bekerja sama dengan Interpol, untuk mencari keberadaan aktivis HAM tersebut.