Sukses

Mengenang Gombloh: 'Kugadaikan Cintaku' Karya dalam Hitungan Menit (III)

Liputan6.com, Jakarta - “Di radio aku dengar lagu kesayanganmu. Kutelepon di rumahmu sedang apa sayangku”. Itulah sepenggal lirik dari lagu milik Gombloh yang berjudul "Kugadaikan Cintaku". Lagu ini adalah salah satu karya Gombloh yang meledak di kalangan masyarakat.

Melansir dari Surabaya Punya Cerita Vol.1, karya Dhahana Adi, ternyata lagu "Kugadaikan Cintaku" atau dikenal juga dengan judul "Di Radio" bukan sepenuhnya karya Gombloh. Lagu ini juga sempat beberapa kali mengalami perubahan lirik.

Kisah terciptanya lagu ini berawal dari salah satu karya milik Jimmy Clift, tokoh musik reggae yang populer di pertengahan 1960-an. Lagu Jimmy Clift yang menginspirasi adalah "Wonderful World, Beautiful People". Gombloh diperkenalkan lagu ini oleh Bob Djumara, sound manager Nirwana Records.

"Mbloh, lagu ini refrain-nya enak," ucap Bob pada Gombloh sambil memutar lagu itu.

Gombloh pun langsung tertarik. Ia mendengarkan lagu ini berulang-ulang. Gombloh pun akhirnya berencana hanya mengambil bagian reffrainnya saja untuk dijadikan bait. 

Tak sampai satu jam, Gombloh sudah berhasil menciptakan lagu yang berangkat dari karya milik Jimmy Clift. Awalnya, Gombloh membuat lirik untuk lagunya dengan tema sosial. Namun Bob meminta Gombloh untuk mengubah liriknya dengan mengangkat tema cinta.

Dalam hitungan menit, Gombloh sudah merampungkan lirik yang diinginkan Bob. Tak diduga, lagu yang diciptakan dengan tidak serius itu malah meledak di pasaran.

Lagu "Kugadaikan Cintaku" sukses mengangkat nama Gombloh ke puncak kariernya. Pada 1986, album ini menjadi album kaset terlaris. Banyak orang menyebut lagu ini sebagai masterpiece-nya Gombloh.

"Tercatat penjualan sekitar 500 ribu kaset, sebuah rekor di antara album-album Gombloh yang lain,"  tutur Junaedi, manajer promosi Nirwana Record.

2 dari 3 halaman

Berangkat dari Kisah Pribadi

Lirik lagu "Kugadaikan Cintaku" ternyata menceritakan kisah pribadi Gombloh saat remaja di masa lalu.  

Suatu saat, Gombloh menyukai seorang perempuan. Ia pun akhirnya mengunjungi rumah perempuan yang ditaksirnya. Tak sesuai yang diharapkan, gadis itu ternyata sedang asyik dengan kekasihnya.

Gombloh mengaku, Ia mengenal gadis itu dari acara pilihan pendengar di sebuah radio amatir. Perkenalan Gombloh dengan rado amatir ini berawal saat dirinya  gabung di geng "Gegars Otack".

Seperti yang sudah ditulis di artikel sebelumnya, geng "Gegars Otack" ini memiliki radio amatir. Radio amatir inilah yang mengantarkan Gombloh hingga mengenal perempuan yang Ia  jadikan inspirasi lagu ini. Alasan ini juga yang membuat Gombloh memilih kata “Radio” sebagai pembuka lagu. "Makanya lagu itu diawali dengan kata di radio,” kata Bob.

 

(Kezia Priscilla, mahasiswi UMN)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Trio Jatim Raih Juara Satu Kompetisi Robotik Madrasah 2019 di Surabaya
Artikel Selanjutnya
Wakil Wali Kota Surabaya Ingin Libatkan Anak Muda Bangun Kota Pahlawan