Sukses

LIVE STREAMING:PELANTIKAN PRESIDEN JOKOWI & WAPRES MA'RUF AMIN

Mengenal SMA Komplek, Sekolah Unggulan dan Tertua di Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Gedung sekolah di Surabaya, Jawa Timur ini termasuk salah satu bangunan bersejarah. Bangunan sekolah yang berdiri sejak zaman Belanda ini masih kokoh berdiri.

Pada zaman Belanda, sekolah ini disebut Hogere Burger School Surabaya (HBS Surabaya). Gedung sekolah ini dibangun pada 1923 dan dirancang oleh arsitek Belanda J.Gerber. Sekolah ini termasuk sekolah menengah yang memiliki murid dari Eropa termasuk Belanda. Akan tetapi, ada juga pribumi.

Meski sudah berdiri sejak zaman Belanda, gedung bangunan sekolah bersejarah ini masih berdiri kokoh. Bahkan gedung sekolah ini masih berfungsi baik. 

Saat ini, gedung sekolah tersebut dinamakan SMA Komplek. Dinamakan sekolah komplek karena sekolah tersebut terdapat empat sekolah negeri yang terdari SMA Negeri 1 Surabaya, SMA Negeri 2 Surabaya, SMA Negeri 5 Surabaya, dan SMA Negeri 9 Surabaya.

Dahulu, SMA 1 hanya dibuka jurusan sosial budaya (dikenal bagian C). Pada tahun ajaran 1954/1955, SMA 1 dan SMA 2 saling bertukar jurusan. SMA 1 memberikan bagian B ke SMA 2, dan SMA 2 menyerahkan bagian A ke SMA 1.

Jadi, SMA 1 saat ini memiliki jurusan bahasa (bagian A), sedangkan SMA 2 mempunyai bagian B. Akan tetapi, SMA 1 yang hanya membuka bagian A itu telah berakhir pada tahun akademik 1953/1964.

Sejak tahun ajaran baru, yaitu 1964/1965 SMA 1 tak lagi mempunyai bagian A saja, tetapi menjadi SMA Negeri 1 Surabaya. Mau tahu bagaimana kisah sekolah komplek lainnya? Liputan6.com merangkumnya dari website sekolah komplek di Surabaya.

1. SMA Negeri 1 Surabaya

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Surabaya bermula pada April 1949 oleh sejumlah pemuka pendidikan di Surabaya. Pada awalnya, tokoh tersebut memperoleh sekolah sendiri yang muridnya berasal dari para tentara pelajar yang meninggalkan sekolah ‘Pertemuan Dr. Sutomo’ yang diketuai oleh Ds. Iskandar.

Ds. Iskandar memiliki koneksi yang luas dengan institusi Belanda pada saat itu. Oleh karenanya, ia berhasil memperoleh izin untuk membangun sekolah yang dinamakan SMA Dr. Sutomo, yang sebelumnya bernama Sekolah Tengah dan Tinggi, lanjut kemudian menjadi Sekolah Menegah Atas (SMA).

Singkat cerita, sekolah tersebut  tepat pada 1 April 1950, SMA Dr. Sutomo Sekolah Negeri, yaitu SMA Negeri 1 Surabaya. Kepala sekolahnya yang pertama bernama R. Suhardi Notodipuro.

2. SMA Negeri 2 Surabaya

Gedung sekolah ini sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, dari dulu sampai sekarang gedung ini tetap berfungsi sebagai tempat belajar. Dahulu gedung ini namanya sekolah Hoogere Burgerschool Soerabaia (HBS), yaitu sekolah yang diperuntukkan bagi para Sinyo dan Noni Belanda.

HBS terletak di HBS straat (sekarang bernama Jalan Wijayakusuma). Gedung tersebut dibangun pada 1923 yang diarsiteki oleh J. Gerber dari BOW. Di HBS memang ada putra pribumi yang bersekolah di sini, tapi itu pun hanya anak-anak pembesar dan pejabat saja.

Setelah masa kemerdekaan, sekolah ini diambil alih oleh pemerintah dan dijadikan sekolah negeri. Sampai pada 1 Agustus 1950, gedung ini resmi menjadi SMA Negeri 2 Surabaya.

2 dari 3 halaman

SMAN 5 Surabaya

3. SMA Negeri 5 Surabaya

Sekolah tersebut dibuka pada 1 Agustus 1957, yang merupakan hasil pemisahan dari SMAN II/B (saat ini SMAN 2) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri PP. & K 18 Desember 1956 Nomor 6738/B III.

Sementara, saat itu masih bernama SMA V/B (SMAN 5) dan ditempatkan di gedung yang sama dengan SMA I/A (kini SMAN 1) dan SMA II/B (sekarang SMAN 2). Kemudian, pada 18 Oktober 157, dibentuklah persatuan pelajar yang pada masa kini disebut Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Pada 1963, SMA V/B diubah menjadi SMA Negeri 5 Surabaya sampai sekarang. Saat kepemimpinan sekolah diduduki oleh Soehartojo pada periode 1983-1989, bentuk fisik sekolah tersebut diubah, sekolah yang awalnya terletak di Jalan Wijaya Kusuma, Nomor 48 itu kemudian, pindah ke Jalan Kusumabangsa, Nomor 21.

4. SMA Negeri 9 Surabaya

Merupakan sekolah menengah yang berdiri sejak 1967. Pada 1 Februari 1967, SMAN 9 berlokasi di Jalan Wijaya Kusuma 48, Surabaya. Keberadaan sekolah tersebut juga dekat dengan SMA 1, SMA 2, dan SMA 5 Surabaya.

Awalnya, SMAN 9 memiliki jam kegiatan belajar mengajar untuk kelas X pada siang hari. Kemudian, sejak 1994 semua siswa kelas X, XI, dan XI aktivitas belajarnya dipindahkan ke jam pagi.

Siswa-siswa di sekolah itu juga banyak yang berprestasi. Penghargaan yang telah mereka dapatkan diantaranya juara 1 lomba poster di Unair (2012), juara 1 karya tulis ilmiah, juara 3 futsal putri, juara umum Palang Merah Remaja (PMR) Wira se-Jawa Timur 2012, dan masih banyak lagi.

 

 

(Wiwin Fitriyani, mahasiswi Universitas Tarumanagara)

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Khofifah Ajak Dukung Presiden-Wapres Memimpin Bangsa
Artikel Selanjutnya
Tim SAR Gabungan Evakuasi 4 Pendaki Terjebak Kebakaran Gunung Ranti