Sukses

5 Wisata Candi dan Museum di Malang yang Wajib Dikunjungi

Liputan6.com, Jakarta Indonesia merupakan salah satu negara dengan berbagai destinasi wisata terbaik di dunia. Selain itu, Indonesia memiliki banyak budaya serta menyimpan beragam kekayaan alam.

Nah, dengan memiliki banyak budaya, tentunya Indonesia tak hanya populer menjadi destinasi wisata kekayaan alamnya saja, tetapi juga destinasi wisata sejarah mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masa lampau.

Setiap daerah di Indonesia memiliki sejarahnya masing-masing seperti Jawa Timur. Salah satu daerah di Jawa Timur memiliki wisata sejarah yang tak kalah menarik yakni kota Malang. Kota yang berjulukan Kota Apel ini sudah dikenal sebagai surganya wisata. Mulai dari wisata alam, budaya hingga sejarah.

Malang adalah daerah yang memiliki cukup banyak wisata sejarah. Wisata sejarah tersebut mulai dari candi hingga museum. Terdapat beberapa Candi dan Museum di Malang yang dapat memberikan pelajaran kepada pengunjung tentang sejarah yang ada di Malang.

Berikut 5 candi dan museum di Malang yang sudah dirangkum liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (20/9/2019).

2 dari 6 halaman

1. Museum Malang Tempo Doeloe

Meski namanya Museum Malang Tempo Doeloe, tap museum ini jauh dari kesan kuno, karena museum tersebut mengusung konsep New Concept Modern Live Museum atau museum yang menggunakan konsep medern. Museum Malang Tempo Doeloe terletak di Jalan Gajahmada, Klojen, Kota Malang.

Museum ini akan mengajak anda mengenal sejarah Kota Malang dari zaman prasejarah hingga zaman kemerdekaan. Uniknya Meseum Malang Tempo Doeloe dibagi berdasarkan periode waktu sesuai urutan sejarah Kota Malang.

Zona pertama adalah zaman prasejarah. Kemudian zona ke dua adalah zaman perkembangan dan zona ke tiga adalah zaman revolusi.

3 dari 6 halaman

2. Museum Mpu Purwa

Koleksi benda purbakala yang disimpan di Museum Mpu Purwa berasal dari masa pra sejarah hingga masa sejarah, yaitu masa Hindu-Buddha. Peninggalan yang berasal dari masa pra sejarah berupa batu pelor, batu gores dan batu lumpang.

Peninggalan dari zaman Hindu-Budda berasal dari Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Kediri, Kerajaan Singasari, hingga Kerajaan Majapahit. Peninggalan dari masa Hindu-Buddha ini berupa prasasti, arca, makara, kemuncak candi, lingga dan yoni, prasasti dan sebagainya.

Museum Mpu Purwa berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

4 dari 6 halaman

3. Museum Musik Indonesia

Berada di lantai 2 Gedung Kesenian Gajayana, Jalan Nusakambangan, Museum Musik Indonesia menyimpan 26 ribu koleksi karya musik.Di Museum ini anda akan disuguhkan dengan etalase yang dihiasi piringan hitam, kaset pita, hingga poster penyanyi-penyanyi Indonesia.

Di Museum ini kamu juga dapat melihat alat-alat musik dan benda-benda asli milik artis kenamaan Indonesia. Museum ini merupakan satu-satunya museum musik yang ada di Indonesia.

5 dari 6 halaman

4. Candi Singasari

Candi Hindu – Buddha peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singasari ini berlokasi di desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Belum diketahui pasti kapan candi Singasari dibangun, namun para ahli purbakala memperkirakan candi ini dibangun sekitar tahun 1300 Masehi, sebagai penghormatan terhadap Raja Kertanegara dari Singosari.

Ada dua candi di Jawa Timur yang dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara, yakni Candi Jawi dan Candi Singasari. Seperti halnya Candi Jawi, Candi Singasari juga merupakan candi Siwa. Hal ini terlihat dari adanya beberapa arca Siwa di halaman Candi.

6 dari 6 halaman

5. Candi Jawar

Bagi anda yang sering berkunjung ke lereng Gunung Semeru tentu sudah tak asing dengan keberadaan Candi Jawar. Terletak di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading. lokasi candi tersebut memang istimewa, karena, dikelilingi pemandangan pepohonan khas kawasan pegunungan.

Diceritakan bahwa dahulu Raden Wijaya sang pendiri Majapahit sering mengunjungi Candi Jawar yang dekat dengan Semeru tersebut untuk menghadap kepada Sang Pencipta.

Candi ini ditemukan sekitar tahun 1982-1983 dengan kondisi terpendam di dalam tanah. Kini candi ini digunakan oleh sekitar 74 keluarga Hindu di Kecamatan Ampel Gading sebagai pura untuk beribadah.

 

Loading