Sukses

LIVE STREAMING:PELANTIKAN PRESIDEN JOKOWI & WAPRES MA'RUF AMIN

VIDEO: Dampak Kemarau Melanda Ponorogo dan Telaga Wisata Sarangan Magetan

Liputan6.com, Jakarta - Dampak kemarau panjang, membuat lokasi wisata Telaga Sarangan di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan yang dikenal pemandangan yang indah dan sejuk dataran tinggi, namun kali ini berubah drastis.

Debit air terus surut, hingga dasar telaga seluas hampir 30 hektar itu, mulai nampak, berikut seperti diberitakan program Fokus, Senin (23/9/2019).

Kondisi ini menyebabkan kunjungan wisatawan menurun, dan memaksa penjual jasa wisata di kawasan itu berhenti bekerja. Banyak perahu wisata ditambatkan dan ditinggal pemiliknya. Begitu pula jasa ojek kuda wisata, juga jarang ditemui. Para penjual jasa wisata itu, beralih profesi menjadi buruh tani, atau berkebun, agar tetap bisa mendapat penghasilan untuk keluarga.

Sementara di Ponorogo, kemarau panjang juga berdampak sungai dan saluran irigasi sawah di Desa Manuk, Kecamatan Siman, mengering. Kondisi itu terjadi sejak 2 bulan terakhir. Apalagi sumber mata air yang ada di sekitar perkampungan, juga kering.

Praktis, selain tak bisa mendapatkan air bersih, hal tersebut membuat warga yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, tidak lagi bisa beraktivitas. Menyikapi hal ini, warga menggelar salat Istisqa, atau salat minta hujan di pematang sawah. Selain berharap hujan segera turun, warga juga berdoa agar kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera, bisa segera diatasi.

Warga berharap, dengan salat Istiqa, doa mereka untuk mendapatkan hujan, terkabulkan. Sehingga, kehidupan mereka dalam bertani dan mencari nafkah tidak mengalami kesulitan air.