Sukses

5 Patung dan Monumen di Surabaya, Jadi Tujuan Wisata Sejarah

Liputan6.com, Jakarta Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini juga dikenal sebagai Kota Pahlawan, hal ini terjadi sejak adanya pertempuran rakyat Surabaya melawan tentara Belanda dalam revolusi kemerdekaan Indonesia. 

Sebagai Kota Pahlawan, surabaya memiliki beragam jenis patung dan monumen. Patung dan monumen tersebut bukan hanya sekedar media untuk mengenang peristiwa sejarah dimasa lalu, atau untuk mempercantik area sekitar, melainkan juga berfungsi sebagai obyek wisata.

Jika kamu sedang jalan-jalan ke Surabaya, jangan lupa untuk mengunjungu patung dan monumen yang kaya akan nilai sejarah. Di sana, kamu bisa berfoto ria sambil menikmati keindahan kota.

Tak hanya itu, kamu bisa membagikan momen tersebut di sosial media. Patung dan monumen di Surabaya ini tak kalah Instagramable dengan tempat lainnya. Berikut 5 patung dan monumen di Surabaya yang dirangkum Liputan.com dari berbagai sumber, Kamis (26/9/2019).

2 dari 6 halaman

1. Patung Sura dan Buaya

Patung Sura dan Buaya merupakan simbol dari kawasan berjuluk kota pahlawan ini. Nama kata Surabaya sendiri berasal dari dua hewan yakni Sura yang memiliki arti hiu dan baya yang berarti buaya. Konon hal itu dikaitkan dengan kisah perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono yang menguasai ilmu buaya dan Sawunggaling yang menguasai ilmu sura.

Patung Sura dan Buaya ini selalu menjadi sasaran para wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. Mengabadikan momen dengan berfoto di depan patung menjadi aktivitas yang paling sering dilakukan oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Bahkan ada pendapat yang mengatakan, seperti ada yang kurang jika ke Surabaya belum berfoto di depan patung yang menjadi ikon kota terbesar kedua di Indonesia ini.

3 dari 6 halaman

2. Monumen Jalesveva Jayamahe

Monumen Jalesveva Jayamahe adalah monumen tertinggi yang ada di Surabaya. Monumen ini terletak di ujung dermaga kawasan armada timur, ujung Surabaya. Jalesveva Jayamahe merupakan motto Angkatan Laut yang berarti Di Laut Kita Berjaya.

Di monumen ini terdapat patung raksasa perwira Angkatan Laut yang berdiri dengan gagah di atas sebuah bangunan. Itulah Monumen Jalesveva Jayamahe yang menjadi salah satu tempat wisata andalan di Surabaya.

Keberadaan monumen ini tentu bisa mengingatkan betapa kuatnya kemampuan yang dimiliki pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia. Gedung penyangga patung berlantai 4 juga difungsikan sebagai museum. Di dalamnya, kamu bisa melihat berbagai replika dan foto kapal TNI AL. Dari lantai paling atas, pengunjung pun bisa menikmati Pelabuhan Tanjung Perak.

4 dari 6 halaman

3. Bambu Runcing

Bambung Runcing merupakan salah satu ikon Surabaya. Monumen ini didirikan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian arek-arek Surabaya melawan tentara sekutu pada peristiwa pertempuran 10 November 1945. Dalam peristiwa pertempuran tersebut memakan korban sekitar 60.000 orang dari pihak arek-arek Surabaya.

Monumen Bambu Runcing berbentuk sekumpulan bambu runcing yang berjumlah lima buah dengan ketinggian yang berbeda. Di area kaki monumen ini dipercantik dengan taman indah yang ditanam beragam tanaman hias. Saat malam hari, penampilan monumen ini semakin indah dengan sorotan lampu warna-warni.

5 dari 6 halaman

4. Monumen Tugu Pahlawan

Monumen Tugu Pahlawan merupakan salah satu ikon bersejarah yang ,menjadi ciri khas kota Surabaya. Monumen ini memiliki ketinggian sekitar 41 meter dengan bentuk menyerupai lingga atau paku yang berdiri terbalik.

Monumen Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan sekutu dan Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia.

Monumen Tugu Pahlawan diresmikan pada 1952 oleh Presiden Soekarno. Selain itu, di dekat Tugu Pahlawan terdapat bangunan menyerupai piramida. Saat masuk ke dalamnya, kamu akan tahu bahwa piramida tersebut adalah museum yang menyimpan beragam koleksi tentang sejarah Surabaya, termasuk rekaman asli suara Bung Tomo kala menyemangati arek-arek Suroboya yang berjuang mengusir penjajah.

6 dari 6 halaman

5. Parasamya Purnakarya Nugraha

Parasamya Purnakarya Nugraha merupakan penghargaan untuk provinsi Jawa Timur atas keberhasilan pembangunan. Jawa Timur, ibu kota Surabaya sudah tiga kali mendapat penghargaan tersebut, yakni pada 1974, 2014, dan 2017.

Parasamya Purnakarya Nugraha yang berhasil diraih Provinsi Jawa Timur lantas diwujudkan dengan pendirian patung yang sekaligus jadi simbol titik nol kilometer Surabaya. Jika dilihat sekilas, patung Parasamya Purnakarya Nugraha yang berwarna emas itu berwujud wanita penari.

Patung tersebut memang berwujud penari Remo, penari Gandrung, seniman Reog, dan pemain karapan sapi. Hal itu bertujuan untuk mengenalkan kesenian khas Jawa Timur.