Sukses

Siap Jadi Seorang Vegetarian?

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi seorang yang vegetarian adalah suatu pilihan hidup, entah demi gaya hidup yang lebih sehat, atau karena ada faktor lainnya. Saat menjalani kehidupannya, para vegetarian tidak mengonsumsi daging, unggas, binatang buruan, ikan, kerang, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, vegetarian masih memakan produk yang berasal dari hewan, seperti susu, dan telur. Terdapat istilah lainnya yang hampir mirip dengan vegetarian, yakni vegan.

Vegetarian dan vegan adalah dua hal berbeda artian. Jika seorang vegetarian masih melahap produk yang asalnya dari hewan, berbeda halnya dengan vegan. Vegan tidak menyantap apapun produk hewani.  

Ditelusuri dari berbagai sumber, pola makan para vegetarian mengandung berbagai tingkat buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Dikonsumsinya susu, dan telur masih tergantung pada jenis gaya hidup yang yang diikuti oleh seorang vegetarian.

Terkait dengan pola makan para vegetarian yang teratur, adakah manfaat atau nilai positif dari menjadi vegetarian?

"Asupan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral akan tercukupi, karena sayur dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral,” tutur Annis Catur Adi, Dosen Universitas Airlangga Surabaya, saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Minggu (6/10/2019).

Tercukupinya zat mikro ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terkena penyakit. Selain itu, akan menurunkan risiko terjadinya penuaan dini, lantaran asupan vitamin C dan vitamin E yang cukup.

 

 

*** Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 dari 3 halaman

Vegetarian

Konsumsi buah dan sayur sebagai pengganti daging, akan mencegah terjadinya penyakit, seperti hipertensi, dan kolesterolemia. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ada tiga jenis vegetarian, yaitu vegetarian lacto ovo, vegetarian lacto, dan ovo vegetarian.

Vegetarian lacto ovo, ialah vegetarian yang menghindari semua daging hewan, tetapi memakan produk susu, dan telur. Vegetarian lacto merupakan vegetarian yang menghindari daging, dan telur hewani, tetapi masih mengonsumsi produk susu, sedangkan ovo vegetarian adalah vegetarian yang menghindari semua produk hewani, kecuali telur.

Annis menuturkan, bagi seseorang yang sama sekali tidak makan hewani yang dijalani vegan memang dapat berdampak terhadap tubuhnya. Hal ini karena karena ada kalsium dan gizi lain yang hanya terkandung dalam makanan hewani.

"Tipe yang cenderung mengalami kekurangan gizi tertentu adalah vegan, karena mereka tidak makan makanan sumber zat besi, kalsium, dan gizi lain yang hanya terkandung dalam makanan hewani," ujar dia.

Dia menambahkan, seorang vegan dapat mengalami anemia (kurang darah), tekanan darah rendah, dan lemah otot, karena protein yang membentuk otot tidak ada dalam tubuh vegan.

Selanjutnya, apabila Anda berkenan untuk mempraktikan kehidupan sebagai vegetarian, perlu pengetahuan mengenai makanan apa saja yang harus dikonsumsi oleh vegetarian.

"Sayur sumber zat besi, kalsium, seperti bayam, brokoli, tauge, dan lain-lain. Kemudian, jangan lupa kacang-kacangan mengandung lemak dan protein sebagai pengganti asupan daging," kata dia.

(Wiwin Fitriyani, mahasiswi Universitas Tarumanagara)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Data Surabaya: Optimisme Konsumen Meningkat pada November 2019
Artikel Selanjutnya
Kronologi Polisi Bantu Persalinan Ibu di Kawasan Hutan Bojonegoro