Sukses

Ini Penyebab Terbesar Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Ngawi-Kertosono

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat penyebab kecelakaan lalu lintas di jalur tol Ngawi-Kertosono sebagian besar karena human error. Hingga Agustus 2019, sebanyak 104 kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur tol Ngawi-Kertosono.

Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), Iwan Moedyarno menuturkan, insiden kecelakaan tersebut tergolong tinggi. Adapun faktor penyebabnya paling banyak adalah karena human error yang mencapai 70 persen dari total kasus.

"Penyebab kecelakaan banyak karena pengemudi yang terlena atau mengantuk," ujar Iwan kepada wartawan, Senin, 30 September 2019.

Selain karena pengemudi, faktor kondisi kendaraan juga ikut memicu terjadinya kecelakaan. Rekaman data laka JNK menunjukkan, banyak kecelakaan dipicu karena pecah ban atau sebab teknis lain. Misalnya, mesin radiator yang terlalu panas.

"Kami sudah sering ingatkan pentingnya menjaga kondisi badan dan kendaraan sebelum masuk tol. Rest area juga selalu terbuka. Pengemudi bisa memanfaatkan untuk beristirahat," ujar dia.

Meski demikian, pihaknya juga mengakui jika kualitas badan jalan juga ikut menjadi penyebab kecelakaan. Meski persentasenya tidak sebesar faktor human error. Terkait kualitas badan jalan, pihaknya segera melakukan perbaikan terutama di beberapa titik jembatan.

Sedangkan tingginya kasus kecelakaan, pihaknya menilai perlu memasang singing road di beberapa titik yang dianggap rawan. Selain itu, JNK juga akan lebih memperketat laju kecepatan kendaraan agar tidak melebihi batas maksimum yakni 100 kilometer per jam. Kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas juga akan ditertibkan. Selain itu, sebaran kamera pengintai atau CCTV juga akan ditambah.

2 dari 3 halaman

Tol Ngawi-Kertosono Bakal Percepat Arus Logistik

Sebelumnya, jalan tol Ngawi-Kertosono paket I diharapkan berdampak positif terhadap laju ekonomi dan menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jalan Tol Ngawi-Kertosono Paket I dengan ruas Ngawi, Magetan, dan Madiun sepanjang 20 kilometer (KM) resmi beroperasi pada Kamis 29 Maret 2018.

Dengan beroperasinya jalan tol yang merupakan jaringan jalan tol Trans Jawa ini diharapkan menumbuhkan dan mempercepat laju roda perekonomian sekaligus menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adapun jalan tol Ngawi-Kertosono paket I ini merupakan bagian dari total keseluruhan jalan tol sepanjang 87 KM.

“Pembangunan tol ini akan berdampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat dan mempercepat arus logistik antara Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Direktur Operasi II PT Waskita Karya Tbk Nyoman Wirya Adnyana dalam keterangan tertulis, Kamis pekan ini.

Proyek Jalan Tol Ngawi–Kertosono paket 1 (ruas Ngawi – Magetan – Madiun) diperoleh PT Waskita Karya Tbk pada  2015 dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,54 triliun. Jalan Tol Ngawi – Kertosono adalah jalan tol sepanjang 87,02 kilometer yang memiliki empat gerbang tol (GT). 

Yakni Gerbang Tol (GT) Ngawi, GT Madiun di Dumpil Balerejo, GT Mejayan di Caruban, dan GT Wilangan di perbatasan Kabupaten Madiun-Nganjuk, Desa Pajaran Kecamatan Saradan. Jalan tol ini merupakan jaringan dari Jalan Tol Trans-Jawa dan pencanangan  pembangunannya dilakukan pada 30 April 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
BMKG Juanda Imbau Waspada Peningkatan Aktivitas Sambaran Petir
Artikel Selanjutnya
Menko Luhut Ingin Konsultan RI Dapat Evaluasi Kereta Jakarta-Surabaya