Sukses

Pesan Ketua PDPM Surabaya Saat Lantik Pengurus Pemuda Muhammadiyah

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surabaya periode 2018-2022 resmi dilantik di Gedung Universitas Muhammadiyah di kota setempat, Minggu (13/10/2019).

Ketua PDPM Surabaya Achmad Rosyidi berkomitmen organisasi yang dipimpinnya akan menjadi pelopor dan penyempurna bagi masyarakat Surabaya, khususnya warga Muhammadiyah.

"Pemuda Muhammadiyah harus jadi 'Bonek' yang berkarya. Buktikan Pemuda Muhammadiyah adalah anak muda yang berintelektual," tutur dia.

Oleh karena itu, kata dia, dalam kepengurusannya ini jaringan-jaringan harus diperkuat, mulai di pemerintahan hingga jaringan di kelompok-kelompok masyarakat.

"Harus bisa menjalankan itu semua agar organisasi ini bisa juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujar dia.

Selain itu, alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel itu berharap Pemuda Muhammadiyah sadar politik, yaitu jangan hanya penonton dan komentator, tapi harus terlibat sehingga mendalami serta memahaminya langsung.

Pada kesempatan tersebut, hadir Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Zayyin Chudlori, Kasiter Rem 084/Bhaskara Jaya Mayor Arh Sumarjopengurus Organisasi Kepemudaan (OKP) Kota Surabaya.

Prosesi pelantikan diikuti oleh seluruh pengurus PDPM Surabaya yang dipimpin oleh pimpinan Pemuda Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur.

2 dari 3 halaman

Kapolrestabes Surabaya Seluruh Masyarakat Turut Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho berharap seluruh masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, turut serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.

"Jadikan setiap perbedaan sebagai anugerah dan amanah yang harus kita jaga bersama," ucap perwira menengah tersebut.

Terhadap generasi muda, terutama Pemuda Muhammadiyah, lanjut dia, diharapkan memiliki tiga hal dalam kehidupan berbangsa, pertama mempunyai wawasan keagamaan yaitu setiap kegiatan selalu diiringi iman dan taqwa.

Kedua, wawasan kebangsaan yakni sebagai bangsa besar dan berbhinneka tunggal ika maka harus merawat dan menjaga persatuan kesatuan sehingga bangsa ini maju.

"Ketiga, wawasan pembangunan yang artinya pembangunan bangsa ini disusun bertahap, dari batu bata satu, dua dan seterusnya sampai menjadi besar. Kalau tidak dijaga maka negeri ini akan hancur," ujar dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
BPOM Ungkap 96 Kasus Peredaran Kosmetik Ilegal hingga November 2019
Artikel Selanjutnya
Sikap PWNU soal Imbauan MUI Jatim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama