Sukses

Polisi Buru Pemasok Senjata Tajam Geng All Star Surabaya

Liputan6.com, Surabaya - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, memburu pemasok Senjata Tajam (Sajam) ke geng All Star yang sebelumnya telah digerebek di markas mereka di Taman Mundu, Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menuturkan, penggerebekan yang dilakukan pihaknya tersebut bermula ketika mendapat informasi ada ajakan untuk menyerang markas geng Kampung Jawara di Simo Pomahan, Sukomanunggal, Surabaya.

Alhasil dalam penggerebekan tersebut pihak Polrestabes turut mengamankan belasan remaja yang diketahui dari patroli siber, menerima ajakan membuat senjata tajam yang hendak digunakan untuk menyerang markas geng Kampung Jawara. 

Lebih lanjut Sudamiran menjelaskan bahwa salah seorang tersangka berinisial DI (16), warga Tambaksari mengajak para anggota geng tersebut untuk membuat senjata dengan menggalang dana melalui grup layanan pesan singkat (WA).

"Kami amankan tersangka di rumahnya. Kami juga sita bahan seng yang hendak dijadikan sajam itu," tutur Sudamiran, Selasa (15/10/2019).

Beruntung tindakan cepat dari Polrestabes Surabaya ini mampu mencegah seng tadi dibawa tersangka ke daerah Waru, Sidoarjo untuk dijadikan berbagai senjata yang kemungkinan dilakukan di bengkel las.

Tersangka sendiri tidak mampu berbuat banyak saat diamankan petugas di rumahnya. "Tersangka kami amankan, dan kami lakukan wajib lapor karena masih dibawah umur," imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Imbauan Polisi

Untuk mencegah semakin banyaknya aksi serupa, Kasat Reskrim juga mengimbau kepada para orangtua untuk melarang anaknya mengikuti kumpulan geng tersebut dengan mengecek ponsel anak-anaknya.

"Mereka mengaku hanya ikut-ikutan saja. Grup WA yang harus diwaspadai karena kebanyakan mereka terhubung satu sama lain dalam grup tersebut. Awasi ponsel anak, jangan sampai mereka ikut-ikutan geng ini," tutur dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha mengatakan jika saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya. Sebab senjata-senjata tersebut akan dibagikan ke masing-masing anggota geng.

"Rencananya hendak dibagikan. Ada satu temannya lagi namun masih kami kejar," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
BPOM Ungkap 96 Kasus Peredaran Kosmetik Ilegal hingga November 2019
Artikel Selanjutnya
Sikap PWNU soal Imbauan MUI Jatim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama