Sukses

Lewat Buku Ini, Pendaki Clara Sumarwati Bagi Cerita Pendakian Everest

Liputan6.com, Surabaya - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Prapanca Pencinta Alam (Prapala) Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya (Stikosa) Almamater Wartawan Surabaya (AWS) menggelar kelas inspirasi dan peluncuran buku Indonesia Menjejak Everest oleh Clara Sumarwati, pada Rabu 16 Oktober 2019.

"Acara tersebut untuk memperingati serangkaian Dies Natalis Stikosa - AWS yang ke 55 tahun," tutur Ketua Umum (Ketum) Prapala Stikosa - AWS, Teresa Gabriella kepada Liputan6.com, Selasa malam, 15 Oktober 2019.

Perempuan yang mendapatkan nama lapangan Ateng ini menceritakan, Clara Sumarwati adalah pendaki wanita pertama asal Indonesia di Asia Tenggara yang berhasil mendaki puncak Everest di ketinggian 8.848 mdpl (meter di atas permukaan laut) pada 1996.

"Sejarah perjalanannya penuh lika-liku, pro dan kontra hingga pada akhirnya mampu menerbitkan sebuah buku. Clara Sumarwati mendaki Everest untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus tahun 1996," kata Ateng.

Ateng menyampaikan, bagi Prapala yang merupakan Organisasi Pecinta Alam, sosok Clara Sumarwati penting dalam memberikan pengetahuan khususnya di bidang kegiatan alam bebas.

"Mengingat kegiatan alam bebas bukan hanya milik organisasi pencinta alam saja, melainkan semua orang dari seluruh lapisan pun dapat melakukannya, maka diadakanlah kelas  inspirasi dengan tujuan agar dapat saling bertukar pengalaman dan ilmu (edukasi) agar dapat mengembangkan pengetahuan berkegiatan di alam bebas yang ekstrim," ucap Ateng.

"Acara ini akan digelar pada hari Rabu tanggal 16 Oktober 2019 di Ruang Multimedia, Kampus Stikosa - AWS pukul 10.00 WIB," ia menambahkan.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Dikutip dari berbagai sumber, Clara Sumarwati mendaki Gunung Everest untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 1996

Saat itu, Clara Sumarwati berupaya semaksimal mungkin untuk mendapat sponsor dari Istana Negara dan setelah mendapat izin Ia menjalani latihan bersama Kopasus.

Bersama tim Sherpa Nepal, Clara Sumarwati berhasil menjejak puncak Everest pada 1996. Namun, Clara Sumarwati dibatasi atau tidak diperbolehkan bahkan diancam jika mempublikasikan prestasinya.

Menghadapi fakta bila namanya ditiadakan dari daftar nama pendaki Gunung Everest, Clara pun depresi dan mengalami gangguan jiwa sampai harus dirawat di RSJ  Yogyakarta.

Hingga pada Oktober 2009 akhirnya berbagai tim menyelidiki kebenaran cerita Clara sampai menemukan bukti-bukti kuat yang menyatakan Clara adalah yang pertama mendaki puncak everest.

Sebenarnya pengakuan atas pencapaian Clara mendaki everest sudah diakui dunia. Nama dan tanggal pencapaiannya tercatat antara lain di buku-buku Everest karya Walt Unsworth (1999), Everest: Expedition to the Ultimate karya Reinhold Messner (1999) dan website EverestHistory.com, sebuah referensi andal akan segala sesuatu yang berkaitan dengan pendakian gunung di dunia.

Kini setelah 23 tahun sejak pendakiannya di Gunung Everest, Clara menulis semua kisah dan catatan perjalanannya yang berliku dalam sebuah buku berjudul "Indonesia Menjejak Everest".

Buku ini sekaligus menjadi pembuka dokumen sejarah pendakian Clara Sumarwati yang sebelumnya berbentuk kepingan kliping berita dan berkas surat-surat yang teronggok dalam kardus.

Buku “Indonesia Menjejak Everest” menceritakan perjalanan Clara Sumarwati menuju puncak bumi di perbatasan Nepal dan China tersebut.

Clara Sukmawati berharap buku ini menjadi sejarah srikandi pertama Indonesia yang telah menjejak puncak Everst lewat jalur utara dan menjadi motivasi bagi pendaki-pendaki Indonesia lainnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Trio Jatim Raih Juara Satu Kompetisi Robotik Madrasah 2019 di Surabaya
Artikel Selanjutnya
Wakil Wali Kota Surabaya Ingin Libatkan Anak Muda Bangun Kota Pahlawan