Sukses

4 Aplikasi Penting bagi Warga Surabaya, Apa Saja?

Liputan6.com, Jakarta - Banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk perkembangan kota. Upaya tersebut juga yang mempermudah warga setempat. 

Fasilitas-fasilitas yang disediakan Pemkot menunjang keseharian masyarakat Surabaya, Jawa Timur. Seiring berjalannya teknologi, Pemkot juga memberikan berbagai aplikasi yang membantu aktivitas warga.

Berbagai aplikasi ini dapat diakses secara gratis. Bahkan beberapa di antaranya sudah bisa diunduh baik di IOS mau pun Playstore. Berikut tiga aplikasi berguna bagi warga Surabaya yang disediakan oleh Pemkot setempat:

1. Transportasiku 

Transportasiku adalah aplikasi yang disediakan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Melansir informasi dari akun Instagram @dishubsurabaya, aplikasi Transportasiku hanya dapat diunduh di playstore. 

Melalui aplikasi ini, masyarakat Surabaya dapat mengetahui informasi seputar transportasi. Beberapa informasi yang bisa diperoleh dari aplikasi ini adalah tentang Suroboyo Bus, lahan parkir, info CCTV lalu lintas hingga jalur sepeda. 

Tak hanya itu, dari aplikasi berbasis android ini, pengguna dapat mengetahui informasi penutupan dan kepadatan jalan. Info-info ini akan selalu terupdate dan dikabarkan pada pengguna melalui notifikasi.

2 dari 3 halaman

Aplikasi untuk Pengguna Bus dan Guru

2. GoBis

Dinas Perhubungan Surabaya juga menyediakan Gobis untuk mendeteksi transportasi umum. Perbedannya, Gobis dikhususkan untuk tracking Suroboyo Bus.

Melalui aplikasi ini, banyak informasi yang dapat pengguna peroleh. Kini dalam GoBis sudah tersedia fitur “Menunggu di halte”. Fitur ini memudahkan crew Suroboyo Bus untuk mengetahui jumlah penumpang yang sedang menunggu halte terdekat.

Tak hanya itu aplikasi Gobis juga memiliki fitur tracking. Fitur ini membuat calon penumpang agar dapat memprediksi jarak dari Suroboyo Bus ke halte. Penumpang dapat melihat posisi bus secara real time. 

Kini aplikasi ini tak hanya dapat diunduh di Android. Sejak Maret 2019, aplikasi Gobis tersedia juga untuk IOS.

3. E-public service GTK

Dinas Pendidikan Kota Surabaya membuat aplikasi e-public service guru dan tenaga kependidikan (GTK). Aplikasi ini merupakan wujud pendukung Surabaya sebagai smart city.

Aplikasi E-public service GTK merupakan aplikasi antrean layanan tatap muka dan tanya jawab seputar GTK.  Aplikasi ini berada dalam Sistem Informasi Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS). 

Melalui aplikasi ini, puluhan ribu guru serta tenaga kependidikan dari jenjang TK hingga SMP di kota setempat akan mendapat layanan lebih baik dan efisien. Beberapa pelayanan seperti pembuatan jani (appointment) atau penjadwalan waktu untuk layanan tatap muka (booking antrean layanan tatap muka). 

Dalam aplikasi ini terdapat pula tanya-jawab seputar sertifikasi profesi guru, NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan) pendidikan profesi guru (PPG), cuti, surat keputusan pembagian beban mengajar (SKPBM), izin belajar dan masih banyak lagi.

4. Jogo Suroboyo

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya meluncurkan aplikasi Jogo Suroboyo untuk memudahkan dalam melayani masyarakat setempat. Aplikasi ini bisa diunduh melalui layanan playstore di gawai berbasis android.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sandi Nugroho menuturkan dalam aplikasi ini tersedia berbagai fitur seperti pengaduan masyarakat, serta pelayanan dan informasi kepolisian.

"Dengan mengunduh aplikasi ini, salah satunya masyarakat bisa mencari tahu jalan raya mana yang macet, sehingga dapat mencari jalan alternatif lain agar cepat sampai ke tujuan," ujarnya, Kamis malam, 11 Juli 2019, dilansir Antara.

Dengan ada aplikasi Jogo Suroboyo, masyarakat tidak perlu mendatangi kantor polisi untuk melayangkan laporan.

"Masyarakat bisa melayangkan laporan kepolisian dengan mengisi data melalui telepon seluler di aplikasi ‘Jogo Suroboyo’ agar segera mendapat respons. Setelah itu bisa mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau SPKT Polrestabes Surabaya untuk mengetahui tindak lanjut dari laporannya," katanya.

Aplikasi ini, lanjut dia, juga dilengkapi tombol panik yang terhubung dengan ‘Call Center’ Polrestabes Surabaya.

"Masyarakat yang mengalami tidak kejahatan bisa langsung menekan tombol panik di aplikasi ini yang nantinya segera direspon oleh petugas 'Call Center' kami agar ditindaklanjuti oleh anggota yang berada di dekat lokasi kejadian," ucapnya.

Kombes Sandi menjanjikan respons setelah menerima pengaduan dari masyarakat yang menekan tombol panik akan ditindaklanjuti dalam waktu kurang dari lima menit.

 

(Kezia Priscilla - Mahasiswa UMN)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Dinas Pendidikan Jawa Timur Dampingi Sekolah Terkait USBN
Artikel Selanjutnya
Unusa AFC Bakal Dukung Program One Pesantren One Product Jawa Timur