Sukses

Genset RSUD Soetomo Terbakar Diduga Akibat Panel Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Genset di dalam Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr. Soetomo Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis, terbakar, diduga akibat kapasitor bank atau komponen panel listrik meledak.

"Kejadian yang tidak diinginkan sekitar pukul 16.40 WIB, kita dilapori bahwa kapasitor bank yang di belakang kamar operasi itu meledak," kata Direktur Utama (Dirut) RSUD Dr. Soetomo Kota Surabaya Joni Wahyuhadi saat di lokasi kejadian, demikian mengutip Antara, ditulis Jumat (18/10/2019).

Akibat kebakaran tersebut, lanjut dia, asap tebal masuk ke GBPT dan sejumlah gedung lainnya di RSUD Soetomo.

"Kita sudah antisipasi, semua yang terlibat dalam penanganan melakukan aktivitasnya sendiri-sendiri, ada yang bagian evakuasi pasien, evakuasi alat medik, serta dokumen dievakuasi di Graha Amerta dan GBPT," ujar dia.

Ia mengatakan, ruang tempat kapasitor bank akan dikosongkan selama satu hingga dua hari ke depan untuk kepentingan evaluasi guna mencari penyebab meledaknya kapasitor bank tersebut.Setelah selesai evaluasi, kata dia, gedung tersebut akan ditempati lagi.

Selain itu, pihaknya juga mengevakuasi 12 pasien di ICU, empat pasien di kamar biasa, dan dua pasien di ruang operasi.

Kasi Pengendalian Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Gatot Priambodo mengatakan, pihaknya mendapat informasi api pertama kali muncul dari ruang genset sekitar pukul 17.40 WIB.

Namun, lanjut dia, api bisa cepat dipadamkan setelah 15 mobil pemadam kebakaran berikut "Bronto Skylift" dan para petugas diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Kami tiba di lokasi sudah terbakar. Tapi, alhamdulillah, api sudah bisa diatasi petugas," ujar dia.

 

 

*** Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Mahasiswa Unair Bikin Produk Kecantikan dari Racikan Nusantara
Artikel Selanjutnya
Dinas Pendidikan Jawa Timur Dampingi Sekolah Terkait USBN