Sukses

BEM Unair Rilis 5 Pernyataan Sikap Jelang Pelantikan Presiden

Liputan6.com, Surabaya - Menjelang pelantikan presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019, berbagai isu politik berkembang. Berbagai pihak berharap agar dinamika isu tersebut tidak berdampak negatif terhadap situasi kemasyarakatan, bangsa dan negara.

Menyikapi kondisi terkini, Ketua Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair), Agung Tri Putra, dengan didampingi Rektor Universitas Airlangga, Prof. M. Nasih menyampaikan sejumlah sikap mahasiswa Jumat (18/10/2019). 

Pernyataan ini berisi tentang keprihatinan terhadap dinamika perpolitikan Indonesia. Oleh karena itu, BEM UNAIR akan tetap ikut menjaga kondusivitas sosial politik. Kemudian, tetap akan memperjuangkan aspirasinya melalui berbagai saluran komunikasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Lima sikap yang disampaikan itu adalah:

Pertama, Agung menyampaikan BEM Universitas Airlangga secara mendalam ikut prihatin atas kondisi kebangsaan terkini dan mendesak kepada pemerintah untuk menuntaskan agenda reformasi. 

Kedua, BEM Universitas Airlangga ikut mendukung suasana harmoni, damai, dan kondusif, serta menolak dan mengutuk segala bentuk tindak kekerasan, kriminaslisasi, dan antitoleransi. Demokrasi tidak dibangun atas dasar antitoleransi. Paham antitoleransi harus diusir jauh dari bumi Indonesia.

Ketiga, BEM Universitas Airlangga mengajak seluruh pihak potensial bangsa untuk bersama mencari solusi problematika kerakyatan, keamanan, pangan, krisis air, politik, sosial, terutama ekonomi, dalam prespektif di era revolusi industri 4.0 guna mempersempit kesenjangan sosial dan mengorbankan perang terhadap agenda kemiskinan.

Keempat, BEM Universitas Airlangga mengajak kepada seluruh eksponen bangsa, terutama pada kaum politisi, untuk mengembangkan jiwa kenegarawanan yang semakin menjauh dengan mengutamakan kepentingan keselamatan bangsa dan negara daripada mengembangkan dan menumbuhkan politik golongan dan kelompok.

Kelima, BEM Universitas Airlangga mendesak kepada pemerintah untuk segera cepat dan simultan dan ekstra serius untuk menyiapkan regenerasi bangsa secara apik, konferhensif untuk menyiapkan generasi unggul untuk menuju Indonesia jaya.

"Intinya kita harus mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia atas segala hal. Bagaimana caranya kita bisa menyelesaikan masalah dengan hal-hal yang bisa mempersatukan,” ujarnya.

"Jadi, kita harus tanamkan adalah semangat berbangsa dan bernegara dan merawat kesatuan bangsa Indonesia. Jadi, semangatnya adalah mempersatukan Indonesia,” ujar dia.

2 dari 3 halaman

Harapan Rektor Unair

Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih juga mengimbau seluruh pihak tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan sikap kedewasaan dalam menyikapi keberbedaan. Di sisi lain, Prof Nasih berharap pelantikan presiden dan wakil presiden pada  20 Oktober 2019, adalah kegiatan kenegaraan. 

Tentu semua pihak, lanjut dia, juga berharap akan berjalan dengan sukses dan lancar, tanpa tercederai oleh peristiwa kurang dewasa yang justru merugikan bangsa Indonesia.

"Bagaimanapun, Kita sudah 74 tahun merdeka. Kita juga sudah berkali-kali melakukan hal yang sama (pelantikan, Red). Dan, dunia pasti selalu melihat dan meneropong kita. Seberapa dewasa sebenarnya bangsa Indonesia,” ungkapnya.

"Mari kita tunjukkan kedewasaan kita dalam berpolitik, kedewasaan kita berdemokrasi, kedewasaan kita berakademisi, dan kedewasaan kita dalam berbangsa dan bernegara,” ia menambahkan.

Prof Nasih turut mengingatkan bila terjadi hal yang menganggu, yang terdampak bukan hanya satu atau dua pihak, tapi seluruh masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, diharapkan kedewasaan itu mampu ditunjukkan oleh seluruh pihak. Termasuk kesadaran serta semangat berkebangsaan yang beradab.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Potret Wali Kota Risma saat Menjadi Keynote Speaker di Turki
Artikel Selanjutnya
Gelar Kampanye Cerdas, BPOM Temukan Kosmetik Ilegal Rp 58,9 Miliar