Sukses

Sepenggal Kisah Band Dara Puspita yang Populerkan Lagu Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Surabaya, Surabaya, oh Surabaya. Kota kenangan, kota kenangan takkan terlupa. Di sanalah,di sanalah, di Surabaya pertama lah, tuk yang pertama kami berjumpa.

Sepenggal lirik lagu ini mungkin tak asing di telinga. Lagu ini dipopulerkan Dara Puspita, band perempuan terkenal pada 1960-an yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Mengutip berbagai sumber, meski banyak penyanyi perempuan pada saat itu, tetapi mengandalkan layanan dari pendukung band. Sedangkan Dara Puspita termasuk grup band perempuan yang memainkan instrumen sendiri.

Band perempuan ini beranggotakan Titiek Adji Rachman yang memegang gitar melodi, Lies Soetisnawati Adji Rachman memegang bas, Susy Nander memegang drum, dan Ani Kusuma memegang gitar pengiring. Grup band perempuan ini populer setelah Titiek Hamzah sebagai pemetik bas menggantikan Lies pada 3 April 1965.

Kemudian Lies meninggalkan Dara Puspita untuk menyelesaikan sekolahnya. Namun, Lies meninggalkan band itu tidak lama, hanya sebulan. Selanjutnya Lies menggantikan Ani, dan Titiek Hamzah tetap dipertahankan. Grup band ini pun beranggotakan formasi baru yaitu Titek AR, Lies, Titiek Hamzah dan Susy.

Aksi panggung pertama kali dari formasi band perempuan itu bersama Yanti Bersaudara dan Ernie Djohan di Bandung. Nama band tersebut pun makin populer. Dara Puspita mengeluarkan album pertama berjudul Jang Pertama. Album ini berisi lagu Pantai Pattaya, Tanah Airku, Mari Mari, Ali Baba, Kenangan yang Indah, Burung Kakaktua, Lagu Gembira dan Surabaya.

Menariknya lagu Surabaya ini sempat dinilai kalau lagu itu karya Dara Puspita. Ternyata lagu tersebut merupakan ciptaan kelompok Bintang Sandiwara pada 1928. Lirik lagunya diubah oleh A.Rachman yang merupakan ayah Lies dan Titik.

 

 

*** Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Bakal Dijadikan Film

Selain populer di era 1960, grup band perempuan ini juga memiliki catatan menarik. Pada era tersebut, grup band ini pergi tur ke luar negeri yaitu ke Eropa pada Juli 1968. Mereka tur dari Iran hingga Belanda.Kemudian baru kembali ke Indonesia pada September 1971.

Akhirnya mereka membuat tur keliling Jawa antara lain ke Surabaya, Banyuwangi, Lumajang, Kediri, Probolinggo, Tulungagung, Madiun, Jember, Malang, Bandung, Tasikmalaya, Tegal, Denpasar, Yogyakarta dan Solo. Pada Maret 1972, grup band ini menutup pertunjukan di Jakarta. Sayang grup band ini pun harus bubar.

Selama perjalanan karier Dara Puspita, ada sejumlah album yang sudah dikeluarkan antara lain Jang Pertama, Dara Puspita, Green Green Grass of Home, A Go Go, Dara Puspita, Dara Puspita Remaco, Pop Melayu Vol I, Pop Nostalgia Emas Vol 1, dan Dara Puspita Disco Recording pada 1974.

Perjalanan karier legenda musik ini pun akan diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi Falcon Pictures. Kisah Dara Puspita akan diangkat menjadi film ketika rumah produksi Falcon garap mengenai Koes Plus. Selain itu, grup band perempuan ini dinilai salah satu band yang berpengaruh di era 1960-an. Mengutip Kanal Showbiz Liputan6.com,meski bercerita tentang band lawas, sutradara terpilih akan mengarahkan film ini secara kekinian agar bisa diterima generasi muda. Rencananya film ini tayang pada 2020.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
BPOM Ungkap 96 Kasus Peredaran Kosmetik Ilegal hingga November 2019
Artikel Selanjutnya
Sikap PWNU soal Imbauan MUI Jatim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama