Sukses

VIDEO: Kisah Penyandang Disabilitas Sholikin Berbagi Kaki Palsu Buatannya Gratis

Liputan6.com, Jakarta - Mengalami kecelakaan kerja hingga kehilangan kaki kanannya, seorang penambang batu kapur di Lamongan. Membuat kaki palsu untuk dirinya sendiri, bahkan sebagai bentuk empati terhadap orang lain yang mengalami hal serupa, dirinya membagikan kaki palsu gratis pada yang membutuhkan. 

Sholikin warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini, tidak patah semangat meski harus kehilangan kaki kanannya.

Sholikin yang bekerja sebagai penambang batu kapur mengalami kecelakaan kerja pada 1997, saat usianya 38 tahun. Kecelakaan kerja menyebabkan kaki kanannya remuk akibat tertimpa batu dan harus diamputasi. Agar tetap bisa bekerja, Sholikin kemudian membeli kaki palsu, namun kaki palsu tersebut tidak sesuai dengan apa yang ia butuhkan.

Hingga kini sudah ada belasan kaki palsu produksinya yang diberikan gratis kepada orang yang membutuhkan, yang diberikan secara cuma-cuma tersebut, sebagai bentuk empatinya pada orang lain, yang sama-sama kehilangan kakinya.

Bapak dari 2 anak inipun akhirnya mencoba membuat kaki palsu sendiri. Dengan bahan paralon, aluminium, besi dan kayu, Sholikin kemudian merangkai kaki palsu sendiri sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Setelah jadi, kaki palsu tersebut lebih kuat dan bisa ia gunakan untuk kembali beraktivitas sebagai penambang kapur.

Pekerjaan ini ditekuni hingga 2015 lalu, meski dalam kesehariannya hanya mendapat upah Rp. 50 ribu. Sholikin bekerja keras untuk bisa menghidupi keluarga, dan menyekolahkan anak-anaknya. Jerih payahnya bekerja mengantarkan seorang anaknya, meraih gelar sarjana dan kini telah menjadi guru.

Meski hidup pas-pasan, Sholikin membuat kaki palsu dan ia berikan pada yang membutuhkan dengan cuma-cuma. Padahal biaya produksi kaki palsu buatannya bisa mencapai Rp 500 ribu-Rp 1 juta.

Meski menggunakan kaki palsu, dalam aktivitas kesehariannya. Sholikin tetap seperti warga normal lainnya, ia tetap bisa bersepeda, menyiram tanaman hingga memetik buah mangga dengan menggunakan tangga. Bahkan saat beribadah sholat, ia menggunakan kaki palsu buatanya.

Kaki palsu buatannya diproduksi, selama 7–10 hari. Selain menggunakan bahan baku baru dalam membuat kaki palsu, Sholikin juga menggunakan barang bekas yang masih layak. Kegigihannya dalam membantu sesama mengajarkan kita semua, untuk tetap membantu meski di tengah keterbatasan.

 

Mari simak videonya pada Liputan6, 22 Oktober 2019