Sukses

Gerindra Buka Pendaftaran Bakal Calon Pilkada Surabaya 2020

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surabaya, Jawa Timur membuka pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2020 pada 25 Oktober hingga 15 November 2019.

"Pendaftaran ini buka untuk kader, tapi juga dibuka untuk umum," tutur Ketua Penjaringan Bacawali DPC Partai Gerindra Surabaya, Bagiyon Senayan, mengutip Antara, Jumat (25/10/2019).

Dia menuturkan, pendaftaran bakal Cawali dan Cawawali Surabaya ini berdasarkan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DPP Partai Gerindra di Hambalang Bogor dan Rapat Koordinasi (Rakor) DPD Partai Gerindra Jawa Timur.

Ia menuturkan, pengambilan formulir pendaftaran bakal cawali dan cawawali Surabaya tidak dipungut biaya. Selain itu, ia menuturkan, para pendaftar bisa mendaftarkan dirinya sebagai bakal cawali atau bakal cawawali Surabaya.

"Kita memang membuka bukan untuk pasangan calon, tapi terpisah," ujar dia.

Bagiyon menuturkan, mekanisme pendaftaran model seperti ini lantaran peroleh kursi Partai Gerindra di lembaga legislatif Surabaya tidak memenuhi kuota persyaratan sehingga tidak bisa mengusung calon sendiri. Ia menuturkan, Gerindra perlu berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung calon.

"Partai pasti akan mencari kekurangan kuota persyaratan itu. Tapi yang jelas nanti yang menyeleksi keseluruhan adalah DPP dan DPC hanya menjaring lewat pendaftaran," tutur dia.

 

 

*** Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Tanggung Jawab Para Calon

Mengenai biaya politik kampanye pemenangan hingga penyediaan saksi untuk memantau suara selama Pilkada Surabaya 2020, Bagiyon menuturkan, hal itu adalah tanggung jawab para calon nantinya.

Ia menuturkan, dalam formulir pendaftaran nanti, tersedia kolom esay dan lembar jawaban soal keseriusan para calon maju di Pilkada Surabaya 2020. Salah satu pertanyaan juga memuat kesanggupan penyediaan finansial.

"Calon memang harus menanggung biaya politik menggelar rakorcab untuk menggerakkan mesin partai politik, kampanye dan penyediaan saksi. Karena tidak mungkin ada calon yang ingin maju, tapi tidak memiliki finansial untuk membiayai pencalonan. Untuk itu kita tanyai keseriusannya,” ujar dia.

Sementara mengenai koalisasi dengan partai lain, Bagiyon menuturkan, beberapa pengurus partai yang memiliki keterwakilan di DPRD Surabaya sudah menjalin komunikasi meski tidak secara resmi di antaranya PAN, PSI, NasDem, Demokrat dan PKS.

"Ya semuanya mungkin. Tapi kalau memang nanti keputusan DPP memaksa harus berkoalisi dengan PDI Perjuangan, ya itu lain soal lagi. Yang jelas kita sudah membangun komunikasi dengan partai-partai itu,” ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Menko Luhut Ingin Konsultan RI Dapat Evaluasi Kereta Jakarta-Surabaya
Artikel Selanjutnya
Pelaku Industri Tekstil Bakal Pindahkan Pabrik ke Jateng dan Jatim