Sukses

Air Terlalu Asin, Petani Tambak di Sidoarjo Takut Menebar Benih Udang

Liputan6.com, Jakarta - Petani tambak yang ada di wilayah Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, takut untuk menebar benih udang menyusul kondisi air yang terlalu asin, dikhawatirkan tidak baik untuk kesehatan udang.

Petani tambak asal Buncitan, Sedati, Khumaidi saat dihubungi di Sidoarjo, Jawa Timur, menuturkan saat ini kondisi air tambak cukup asin karena bahan baku air sungai tidak ada.

"Kami tidak berani untuk menebar benih udang, karena kalau memaksakan untuk ditaburi benih udang bisa mati," kata dia, dilansir dari Antara.

Ia mengatakan, pihaknya tidak berani memaksakan untuk menaburi benih udang, sambil menunggu curah hujan kembali turun di wilayah itu.

"Udang itu sangat senang dengan air payau, sehingga kalau airnya asin tidak bisa digunakan untuk budi daya udang," kata dia, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Ia mengatakan, kondisi ini berbeda dengan ikan bandeng yang memang senang dengan air asin, sehingga tidak masalah kalau tambak yang ada saat ini diisi dengan ikan bandeng.

"Kami terpaksa menggunakan mesin diesel untuk mengaji di air tambak kami. Tetapi hasilnya juga masih belum bisa maksimal jika dibandingkan dengan air sungai," katanya.

Ia menuturkan, kondisi ketinggian air sungai saat ini juga lebih rendah jika dibandingkan dengan air tambak.

"Hal inilah yang membuat petani tidak bisa memasukkan air sungai ke dalam tambak. Kalaupun bisa, itu jumlahnya masih sangat kecil," katanya.

Ia berharap, hujan bisa segera turun supaya pasokan air ke dalam tambak bisa segera didapatkan sehingga petani tambak bisa segera menabur benih udang. "Semoga hujan segera turun," kata dia.

 

 

*** Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Menko Luhut Ingin Konsultan RI Dapat Evaluasi Kereta Jakarta-Surabaya
Artikel Selanjutnya
Pelaku Industri Tekstil Bakal Pindahkan Pabrik ke Jateng dan Jatim