Sukses

Ada Teknologi Hologram di Lampu Lalu Lintas Jember, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video menunjukkan hologram di lalu lintas di Jember, Jawa Timur yang diunggah di instagram mencuri perhatian warganet.

Video tersebut diunggah dengan pemilik akun instagram @jalankedua pada 15 Oktober 2019. Video berdurasi 30 detik tersebut menunjukkan hologram di lampu lalu lintas yang meriah sehingga membuat pengguna kendaraan berhenti tepat sebelum garis putih.

Pada hologram lalu lintas tersebut berisi lagu dan nyanyian yang mengingatkan untuk hati-hati di jalan dan tidak kebut-kebutan di jalanan. Selain itu lagu tersebut mengingatkan untuk tidak seperti orang yang ganggu jalanan dan tidak tertib aturan.

Di hologram itu juga terdapat tulisan mohon berhenti. Patuhi peraturan lalu lintas. Semoga selamat sampai tujuan.

Sedangkan isi lagu di hologram antara lain "Hati-hati di jalanan, jangan ugal-ugalan, bila naik kendaraan jangan kebut-kebutan jangan sampai orang bilang engkau mengganggu jalanan seperti orang yang tak tahu aturan,".

Setelah lampu hijau menyala, teknologi hologram tersebut berhenti dan pengguna kendaraan pun melaju.

Di unggahan video itu, jalankedua menulis "Monmaap kenapa lagu pak walkot depok ada di Jember ya?Btw jangan kebut2an dan selalu patuhi peraturan lalu lintas ya gaess".

Unggahan itu telah ditayangkan hingga 14.236 dan mendapatkan 168 komentar hingga artikel ini dibuat.  Komentarnya pun beragam. Sejumlah warganet menanyakan apakah itu editan. Salah satunya ditanyakan oleh pemilik akun @vikrieadie2 Apa benar in cuma editan?.

Selain itu, ada juga yang memuji video tersebut, @chan_1295, up up up, keren sob lanjutkan.

Saat dikonfirmasi mengenai teknologi hologram di Jember tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Jember Hadi Mulyono membantah mengenai penerapan teknologi hologram di lampu lalu lintas.

"Maaf di lapangan belum ada itu. Sepertinya editan video. Video inspiratif,” ujar Hadi, saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Kamis (31/10/2019).

Update

Pemilik akun @jalankedua, Mochamad Ariyanto menuturkan, video yang menunjukkan hologram di lampu lalu lintas tersebut merupakan editan. Ia membuat video tersebut karena terinspirasi dari video lampu merah di Jepang yang editan karya takayuki yoshida.

"Awalnya saya mau nulis editan hologram itu tentang keselamatan berlalu lintas, tapi karena lagunya pak walkot Depok dirasa mewakili itu semua, akhirnya saya kasih lagu pak walkot sekaligus liriknya," ujar dia.

 

 

*** Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Siswa SD di Jember Unjuk Gigi, Gelar Festival Pesona Mutiara

Sebelumnya, siswa dan siswi kelas 5 dan kelas 6 SDK Maria Fatima 3 yang berlokasi di Jalan Mojopahit VI Sempusari Jember, menggelar sebuah festival seni budaya berskala nasional.

Seolah unjuk gigi dan menunjukan kemampuannya kepada seniornya, siswa yang berusia sekitar 10 hingga 12 tahun ini menyelenggara acara bertajuk Pesona Mutiara Nusantara (PMN).

Seluruh siswa yang terlibat PMN akan mengurusi semua lini persiapan hingga pelaksanaan mulai aspek acara, promosi, perlengkapan, keamanan hingga konsumsi dan kebersihan.  

PMN akan digelar seharian penuh pada Sabtu, 7 Desember 2019 di area SDK Maria Fatima 3 Jalan Mojopahit VI Sempusari, Jember.

Menurut Ketua Penyelengara PMN, Patricia Amori Deo, acara ini menjadi ajang pembuktian siswa SD pun bisa merancang sebuah kegiatan besar yang melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan.

Tidak sekadar mengundang siswa dari SD lain, PMN pun mengajak para siswa dari SMP dan SMA untuk berpartisipasi menampilkan kemampuan seni dan budayanya.

"Ini acara seni dan budaya anak Indonesia dari, oleh dan untuk siswa. Dalam menyiapkannya, memang perlu daya kreativitas tinggi untuk ide dan kerja sama tim yang bagus. Bagi saya, ini juga wadah ujian potensi kepemimpinan," tutur Amori, Minggu, 6 Oktober 2019.

Siswi kelas 6 SD yang sedang merintis bisnis kedai Bukan Sekedar Air (Bu Kadir) dan juga mengelola coworking space bernama Time Line ini mengungkapkan, pertunjukan oleh siswa dalam PMN bertujuan mendidik siswa agar berani tampil di ruang publik.

Amori juga menekankan, PMN SDK Maria Fatima 3 Jember, lebih menitikberatkan aspek kompetensi ketimbang kompetisi. Kompetensi yang dimaksud antara lain dalam pengembangan soft skill seperti public speaking, live performance hingga speech promotion.

"Kami yakin bahwa kepercayaan diri sangat menentukan kesuksesan saat dewasa nanti,” ujar dia.

Kepala SDK Maria Fatima 3 Jember, J Adiyanto mengungkapkan, PMN sama sekali tidak mengandalkan sponsor. Pihak sekolah pun tidak mengeluarkan dana untuk acara ini.

"Semua biaya murni dari para donatur atas pendekatan dari anak-anak yang menjadi penyelenggara acara. Karena itu kami sangat mengapresiasi kerja para siswa ini,” kata Adiyanto.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Menko Luhut Ingin Konsultan RI Dapat Evaluasi Kereta Jakarta-Surabaya
Artikel Selanjutnya
Pelaku Industri Tekstil Bakal Pindahkan Pabrik ke Jateng dan Jatim