Sukses

Fraksi PSI Minta Dokumen RAPBD Surabaya 2020 Segera Diserahkan

Liputan6.com, Jakarta - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, meminta pemerintah kota setempat segera menyerahkan dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Surabaya 2020.

Ketua Fraksi PSI, William Wirakusuma menuturkan, fraksinya telah menyampaikan pandangan umum atas penjelasan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) terkait RAPBD Surabaya 2020 pada 30 Oktober 2019.

"Fraksi PSI mengingatkan tentang fungsi dokumen RAPBD Surabaya yang merupakan salah satu bahan sangat penting dalam mengkaji, menilai, dan membuat pandangan umum fraksi," kata dia, Sabtu (2/11/2019), demikian mengutip Antara.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta Pemkot Surabaya segera menyerahkan RAPBD Surabaya 2020 dan dalam bentuk digital. "Kami perlu ingatkan bahwa Surabaya adalah kota pelopor penggunaan e-government secara menyeluruh," kata dia.

Selain itu, kata dia, Fraksi PSI juga meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk mempublikasikan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) beserta APBD Kota Surabaya melalui laman resmi Pemkot Surabaya.

"Semakin cepat dokumen itu diserahkan, akan semakin baik. DPRD akan punya cukup waktu untuk menelaah. Kami harus pastikan bahwa setiap sen uang rakyat digunakan secara tepat," kata dia.

Menurut dia, hingga saat ini sebagian besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Surabaya sudah menyerahkan Rencana Kerja Anggaran (RKA), tapi ada beberapa OPD yang belum menyerahkan dokumen itu.

2 dari 3 halaman

Pembahasan RAPBD Ditargetkan Selesai 10 November

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono sebelumnya menargetkan pembahasan RAPBD Surabaya 2020 yang nilainya mencapai Rp10 triliun selesai pada 10 November 2019.

"Syukur-syukur pembahasan RAPBD Surabaya 2020 selesai 10 November 2019, jadi ini juga sebagai hadiah Surabaya dalam memperingati 10 November," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengharapkan agar APBD Surabaya 2020 yang ditargetkan mencapai Rp10 triliun tidak hanya jadi angka cantik saja dalam capaian kuantitatif pada peringatan 10 November, tapi juga secara kualitatif makin mampu menjawab pekerjaan rumah Pemkot Surabaya.

"Ini agar APBD Surabaya Rp10 triliun benar-benar makin bisa dirasakan oleh warga Surabaya," ujar dia.

Menurut dia, jika APBD Surabaya 2020 bisa melampaui Rp10 triliun, maka besarannya dua kali lipat dari APBD ketika awal Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjabat,  APBD Surabaya 2011 saat itu sebesar Rp5.195.102.211.727 dengan besaran pendapatan daerah Rp3.971.688.604.325 dan defisit anggaran yang ditutup dengan silpa tahun sebelumnya sebagai penerimaan pembiayaan sebesar Rp1.223.413.607.402.

Sementara Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Surabaya 2020 dengan APBD sebesar Rp9.762.087.691.695 dengan besaran pendapatan daerah Rp8.913.346.847.640 dan defisit anggaran yang ditutup dengan silpa tahun sebelumnya sebagai penerimaan pembiayaan sebesar diprediksi sebesar Rp848.740.844.055.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Menko Luhut Ingin Konsultan RI Dapat Evaluasi Kereta Jakarta-Surabaya
Artikel Selanjutnya
Pelaku Industri Tekstil Bakal Pindahkan Pabrik ke Jateng dan Jatim