Sukses

Ini Dia Inovasi Layanan Publik Pemkot Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 1 November diperingati sebagai hari inovasi Indonesia. Peringatan hari inovasi Indonesia ini untuk mendorong terciptanya budaya inovatif yang perlu ditumbuhkan oleh para pemimpin dan pelaku bisnis.

Mengutip berbagai sumber,  Sabtu (2/11/2019), terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan individu dan perusahaan. Salah satu faktor fundamental yang mendasar yaitu inovasi.

Oleh karena itu, tidak berlebihan kalau ada pernyataan terkenal “inovasi atau mati”, ya perusahaan yang tidak inovatif, ibarat tinggal menunggu kematian. Kemajuan teknologi dan perubahan perilaku pelanggan, sudah pasti menuntun perusahaan untuk mengubah melalui inovasi. Ini yang membuat perusahaan mampu menciptakan produk dan layanan baru yang semakin memenuhi keinginan pelanggan.

Problem terbesar dari inovasi yaitu mind-set perusahaan yang juga merupakan koleksi dari mindset karyawannya. Mindset ini yang akan menentukan apakah perusahaan memiliki budaya inovatif atau tidak.Tidak ada motivasi untuk berinovasi, akan menciptakan budaya kerja yang statis dan akhirnya perusahaan tidak akan mampu bersaing lagi.

Budaya inovatif ini yang perlu ditumbuhkan oleh para leader dan pelaku bisnis. Hal tersebut membutuhkan komitmen tinggi. Para leader perlu mendorong setiap individu untuk memproduksi gagan dan ide inovatif serta memberikan arah bagaimana gagasan dan ide yang inovatif bisa diimplementasikan.

Hal itu pula mendorong Handi Irawan, D sebagai chairman dari Tera Foundation yang melahirkan penghargaan rekor bisnis (ReBi), menginisiasi lahirnya Hari Inovasi Indonesia (HII).

"Hari Inovasi Indonesia akan diperingati oleh para individu dan pemilik merek setiap 1 November, harapannya adalah tercipta budaya inovatif, produk inovatif dan layanan inovatif,” tutur Handi.

 

2 dari 3 halaman

Inovasi di Surabaya

Bicara soal inovasi, Pemerintah Kota Surabaya telah melahirkan sejumlah inovasi terutama untuk layanan publik. Bahkan inovasi layanan publik Pemerintah Kota Surabaya masuk Top 99 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Salah satunya program Cak Emus yang merupakan singkatan dari Cangkrukan Entrepeneur Muda Surabaya. Program ini mendapatkan penghargaan dari Kementerian PAN-RB pada 18 Juli 2019.

Cak Emus yaitu program rutin yang digelar di Co-Working Space Koridor. Program ini bertujuan mengakomodir kebutuhan para wirausaha muda, terutama bergerak di bidang usaha rintisan. Saat ini, Pemkot Surabaya fokus mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha muda.

Sebelumnya pada 2018, tiga inovasi layanan publik Pemkot Surabaya juga sabet penghargaan Sinovik. Tiga inovasi itu antara lain pelayanan publik 6 in 1 yang meliputi pengurusan akte lahir, kematian, perkawinan, perceraian, surat pindah datang, dan pindah keluar secara online.

Selanjutnya, inovasi tahu panas (tak takut kehujanan dan tak takut kepanasan) yang merupakan kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program rehabilitasi sosial daerah kumuh.

Selain itu, inovasi pahlawan ekonomi dan pejuang muda. Inovasi ini fokus pada pemberdayaan ibu rumah tangga dari keluarga miskin dan pejuang muda. Tujuan dari pahlawan ekonomi untuk mengentas warga miskin supaya secepatnya keluar dari kemiskinan itu. Sedangkan anak muda yang putus sekolah atau tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, tapi masih punya keinginan untuk akses ekonomi lebih baik, Pemkot memfasilitasi dengan nama pejuang muda.

Sebelumnya Dinas Pendidikan Surabaya telah membuat 27 layanan daring antara lain Sistem Aplikasi Guru Surabaya, Rekom/Mutasi Sekolah, E-rapor, Surabaya Belajar Seleksi Calon Kepala Sekolah, Jejaring Obrolan Siswa Surabaya dan Klinik Kurikulum 2013.

Selain itu, Satpol PP Surabaya juga memiliki command center 112. Terobosan yang dibangun sejak 2016 ini merupakan pusat komando untuk penanganan kondisi darurat di Surabaya. Pusat komando itu terdiri dari berbagai macam organisasi perangkat daerah (OPD) antara lain satpol pp, BPB dan Linmas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan hingga Pemadaman Kebakaran.

Selain itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) juga menerapkan e-procurement. E-Procurement ini proses pengadaan dengan menggunakan internet sebagai sarana informasi dan komunikasi.

Dengan menggunakan sistem berbasis internet, segala proses dalam pengadaan (pembelian, otorisasi, pemesanan, pengiriman serta pembayaran antara pembeli dan pemasok), diharapkan dapat berjalan lancar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Menko Luhut Ingin Konsultan RI Dapat Evaluasi Kereta Jakarta-Surabaya
Artikel Selanjutnya
Pelaku Industri Tekstil Bakal Pindahkan Pabrik ke Jateng dan Jatim