Sukses

VIDEO: Isak Tangis Orangtua Siswa Korban Ambruknya Atap Kelas SD di Pasuruan

Liputan6.com, Jakarta - Seluruh korban ambruknya sebuah SD Negeri di Pasuruan, Jawa Timur hingga Selasa siang, masih menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

Mereka rata-rata mengalami luka serius di kepala, patah kaki dan tangan. Data yang berhasil dihimpun sejauh ini, jumlah korban luka tercatat 13 orang, sedangkan korban meninggal dunia dua orang.

Seperti ditayangkan pada Liputan6, 6 November 2019, tangis histeris tak tertahankan, begitu kedua orangtua korban, Mohamad Zuber dan Umul Khoiro saat melihat anaknya, Irza Amira Ramadhani, sudah terbujur kaku di kamar mayat RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Siswi kelas 2 ini, menjadi salah satu korban tewas dalam insiden ambruknya SDN Gentong Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Irza mengalami luka cukup serius di kepala dan sebagian tubuhnya, tertimpa galvalum atap ruang kelasnya. Seorang lagi korban tewas teridentifikasi bernama Fina, guru pengajar di sekolah itu.

Selain 2 orang meninggal dunia, sebanyak 12 siswa dan seorang guru mengalami luka dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

Kebanyakan dari mereka, mengalami luka serius di kepala dan patah kaki serta tangannya. Sementara itu hingga Selasa siang, polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, untuk memastikan penyebab ambruknya SDN Gentong Pasuruan

Dari keterangan dan penyelidikan sementara, bangunan SDN Gentong yang ambruk, terdiri dari kelas 2A, 2B, serta 5A, 5B. Dugaan sementara, atap SDN itu ambruk karena kesalahan konstruksi bangunan.