Sukses

VIDEO: 2 SDN di Jombang dan Ponorogo Rusak Parah, Guru Ngajar Pakal Helm

Liputan6.com, Jakarta - Ambruknya sebuah SD Negeri di Pasuruan, membuat trauma pihak yang sekolahnya rusak, di sejumlah daerah di Jawa Timur. Di Jombang, guru sebuah SDN menggunakan helm saat mengajar, karena khawatir atap sekolah ambrol. Sementara di Ponorogo, puluhan siswa SDN dipindahkan ruang belajarnya, karena ruang kelas nyaris roboh.   

Kerusakan di SDN Kepuhkembeng 1, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur, terjadi di tiga bangunan kelas dan ruang guru. Kerusakan terjadi di atap sekolah, yang sudah ambrol dan tak memiliki plafon sebagai pelindung kelas.

Selain atap yang ambrol, sejumlah atap juga nampak bocor akibat kondisi bangunan yang cukup tua. Meski kondisinya memprihatinkan, namun hingga kini tak kunjung ada perbaikan dari pemerintah setempat.

Sebagai bentuk protes dan keamanan, karena tak kunjung ada perbaikan, sejumlah guru di sekolah ini, nekat mengajar dengan menggunakan helm dalam kelas.

Sementara di Ponorogo, sejak 1 bulan lalu, proses belajar mengajar siswa kelas 3, SDN 3 Balong, Kabupaten Ponorogo, terpaksa dipindah ke ruang perpustakaan.

Selain plafonnya ambrol, kayu atap yang sempat direnovasi pada 1998, sedikit menurun, dan harus disangga menggunakan beberapa bambu. Sementara kayu jendela, rapuh dimakan rayap. Menghindari hal yang tidak diinginkan, ruang kelas 3 dikosongkan, guru dan siswa mengaku khawatir ruang kelas roboh.

Selain kelas 3, ruang kelas 6 pun sudah mulai rusak. Namun masih tetap digunakan, karena terbatasnya ruangan. Pihak sekolah sudah melaporkan kejadian ini ke dinas terkait, namun belum ada perbaikan. Demikian diberitakan Liputan6, 8 November 2019.