Sukses

VIDEO: Polisi Sebut Tersangka Ambruknya Sekolah di Pasuruan Bakal Bertambah

Liputan6.com, Jakarta - Dua orang dari pihak kontraktor penggarap renovasi SDN Gentong Pasuruan yang ambruk, ditetapkan menjadi tersangka. Hal tersebut disampaikan langsung Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, saat meninjau lokasi kejadian sekolah ambruk. Tersangka dianggap lalai hingga mengakibatkan seorang siswa, dan seorang guru, meninggal dunia.

Dua orang masing-masing berinisial D dan S ditetap sebagai tersangka, dalam kasus ambruknya atap 4 ruang kelas SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan yang terjadi beberapa hari lalu.

Keduanya merupakan kontraktor penggarap renovasi bangunan SDN Gentong yang dikerjakan pada tahun 2017 lalu. Berikut seperti diberitakan Fokus, 11 November 2019.

Penetapan dua tersangka ini disampaikan Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan usai berkunjung ke SDN Gentong, Jalan Kyai Haji Sepuh, Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan, pada Sabtu siang.

Menurut Kapolda, kedua tersangka dijerat Pasal 359 KUHP, yakni Kelalaian yang Mengakibatkan Hilangnya Nyawa Orang Lain, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Kapolda mengatakan, masih ada kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka, mengingat kasus ini masih dalam proses pengembangan. D dan S, merupakan tersangka dalam kasus pidananya, sedangkan pihaknya juga tengah mendalami  dugaan kasus korupsi.

"Hasilnya ada beberapa dan telah kami amankan tersangka 2 orang, inisial D dan S yangmana ini akan dikenakan pasal 359, karena lalainya mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, dan mereka dari pihak swasta, termasuk yang lainnya akan kita periksa semua, termasuk dari oknum ASN akan diperiksa semua oleh Dirkrimsus," kata Irjen Pol Luki Hermawan, Kapolda Jatim.

Selain mengecek langsung 4 ruang kelas SDN Gentong yang ambruk, Kapolda Jatim, juga memberikan bantuan kepada keluarga korban meninggal dunia dan korban luka. Dalam kasus ambruknya atap SDN Gentong Pasuruan, seorang siswa dan seorang guru meninggal dunia, sementara 13 siswa mengalami luka berat.