Sukses

VIDEO: Melihat Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tiap Daerah

Liputan6.com, Jakarta - Menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Bulak Cumpat, Kecamatan Kenjeran, Surabaya menggelar kirab keliling kampung, dan berebut tumpeng raksasa.

Sementara itu, di Mojokerto Jawa Timur, ratusan orang berebut pakaian, buah-buahan dari berbagai jenis hasil bumi lainnya, yang diletakkan di atas pohon keres setinggi 8 meter saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dengan iringan drum band, hadrah dan musik patrol, ratusan anak-anak dari Taman Pendidik Al-quran (TPQ) yang berada di wilayah kampung nelayan Bulak Cumpat Surabaya berjalan keliling di sekitar kampung mereka. Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga ikut dengan membawa umbul-umbul.

Salah satu yang menyita perhatian warga yakni, seekor unta buatan yang ditunggangi anak-anak, lengkap dengan busana arab. Selain itu, tumpeng raksasa juga menjadi rebutan di antara peserta kirab. Suasana semakin semarak, karena sebelumnya warga nelayan kenjeran, menghias kampung menggunakan kain selendang dan surban yang dijadikan umbul-umbul. Berikut videonya pada Fokus, 11 November 2019.

Peringatan hari lahir Rasulullah Muhammad SAW atau disebut Maulid Nabi, juga diperingati ratusan warga Desa Mangelo, Kecamatan Sooko, Mojokerto, acara makin meriah saat warga berdesak-desakan dan saling berebut pakaian, buah-buahan dan berbagai hasil bumi yang dipajang diatas pohon keres setinggi 8 meter tersebut, usai dibacakan doa oleh tokoh agama setempat.

Tradisi keresan merupakan tradisi turun temurun yang digelar setiap tahun saat bulan Maulud, oleh warga sekitar. Selain memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad, tradisi keresan ini sebagai ajang reuni, dan silaturahmi bagi warga Mangelo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto bersama warga yang berada di luar daerah.