Sukses

Surabaya Raih Predikat Kota Ramah Anak, Apa Saja Fasilitasnya?

Liputan6.com, Jakarta - Surabaya, Jawa Timur termasuk dalam kota yang ramah anak. Penghargaan ini Pemkot Surabaya terima pada Juli 2019. 

Kota Surakarta, Surabaya, dan Denpasar meraih predikat utama pada penghargaan kabupaten/kota layak anak 2019 yang dianugerahkan di Makassar, Sulawesi Selatan. Surabaya sudah mendapat penghargaan ini sejak tahun-tahun sebelumnya.

Terdapat beberapa tindakan pemerintah kota setempat yang membuktikan Surabaya memang layak disebut ramah anak. Bahkan Pemkot Surabaya juga memperhatikan anak-anak yang terlantar di jalan.

Berikut 6 aksi ramah anak dari Pemkot Surabaya yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber:

1. Kampung Anak Negeri

Pemerintah Kota Surabaya peudli terhadap masa depan anak jalanan. Hal ini terbukti dari dibangunnya Kampung Anak Negeri di Jalan Wonorejo Timur No. 130 Surabaya.

Melansir informasi dari unggahan Instagram @surabaya, kampung inilah salah satu faktor yang membuat Kota Surabaya mendapat dua kali penghargaan kota layak anak. Di sana, anak-anak jalanan, putus sekolah, hingga anak dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial mendapat binaan dari Dinas Sosial Surabaya.

Di sini terdapat sekitar 35 anak berusia 8-18 tahun yang dibina. Asal anak ini pun beragam, ada yang terjaring razia satpol PP atau dari warga kurang mampu.

Anak-anak tersebut diajarkan untuk sikap untuk disiplin, misalnya bangun tepat waktu atau mengikuti waktu ibadah. 

"Ada pembina dispilin yang mengajarkan kedisiplinan bagi mereka di asrama selama 24 jam,” ucap Nanik Winarsih, Kepala UPTD Kampung Anak Negeri.

Tak hanya itu, mereka juga diberi pelatihan bakat minat seperti melukis, olahraga, wirausaha, memasak dan lain-lain. Tak sedikit dari mereka yang berhasil meraih prestasi.

2 dari 4 halaman

Taman Bacaan Masyarakat

2. Taman Bacaan Masyarakat 

Literasi merupakan suatu hal yang penting untuk perkembangan seorang anak. Pemerintah Kota melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) telah membuat Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Taman ini tersebar di seluruh Surabaya. Jumlah Taman Bacaan Masyarakat di Surabaya hingga saat ini sudah mencapai 467.

Taman ini dibangun akses literasi lebih terjangkau oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat juga jadi memiliki alternatif sumber bacaan yang lebih bisa dipertanggungjawabkan dibanding melalui gawai. 

Melalui buku yang ada di taman ini, pengunjung, khususnya anak-anakjuga dapat berlatih mewarnai, menggambar atau membuat keterampilan. Taman ini juga dapat menjadi wadah untuk belajar. Akan diperisapkan pelatihan-pelatihan, seperti menulis, mendongeng, hingga bimbingan belajar (bimbel) di Taman Bacaan Masyarakat ini.

3. Lapangan Futsal

Terdapat lapangan futsal di wilayah Krembangan Barat no 22 Surabaya. Lapangan futsal tersebut adalah salah satu fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk menunjang minat bakat anak khususnya di bidang olahraga. 

Lapangan yang dapat diakses tanpa biaya ini diresmikan pada 14 Februari 2019 oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Lapangan ini merupakan salah satu upaya untuk Pemkot untuk menghidarkan anak-anak dari kenakalan remaja. Diharapkan, kehadiran lapangan ini dapat mendatangkan kegiatan positif dari anak-anak.

Melansir informasi dari unggahan Instagram @Surabaya, dalam peresmian lapangan tersebut, Risma juga berpesan pada warga setempat untuk menjaga anak-anak dari kenakalan remaja.

“Masa depan bangsa ini ada di tangan mereka, kalau mereka hancur bangsa ini juga hancur. Kita buktikan kalau anak-anak kita adalah aset yang harus dijaga. Karena itu, mari kita dorong anak-anak kita untuk hal-hal yang positif,” ucap Tri Rismaharini, mengutip dari unggahan.

3 dari 4 halaman

Bus Sekolah untuk Pelajar

4. Bus Sekolah untuk Pelajar 

Selain literasi, akses untuk mendapatkan edukasinya itu sendiri pun tak kalah penting. Di Surabaya telah tersedia Bus Sekolah yang siap melayani para pelajar.

Tak sekadar untuk mengantarkan anak-anak sekolah, bus ini memiliki banyak tujuan positif lain. Melansir informasi dari surabaya.go.id, bus sekolah ini bertujuan untuk mengurangi tindak kejahatan. 

Selain itu, melalui bus ini juga dapat mengurangi penggunaan kendaraan motor oleh pelajar di bawah umur. Hal ini juga dapat mengurangi angka kecelakaan di bawah umur. Dengan menggunakan bus ini juga, pelajar dapat bersosialisasi dengan pengguna bus lainnya. 

Bus sekolah ini memiliki jadwal keberangkatan pada pukul 05:30 dan pulang pada 15:00. Bus ini dapat digunakan secara gratis. 

5. Taman Kota 

Surabaya termasuk kota yang memiliki banyak taman kota. Sudah ada puluhan taman kota yang tersebar di Kota Pahlawan. Bukan sembarang taman, taman-taman di Surabaya memiliki ciri khas dan temanya masing-masing. 

Banyak taman di Surabaya dilengkapi dengan fasilitas yang dapat digunakan oleh anak-anak. Seperti misalnya di taman prestasi yang ada di Jalan Ketabang Kali Nomor 6, Surabaya, Jawa Timur. 

Taman ini menyediakan area bermain yang terdiri dari seluncuran, jungkat-jungkit, ayunan dan area bermain pantai. Pengunjung dapat mengakses taman ini tanpa dipungut biaya alias gratis.

Taman lain, seperti Taman Ekspresi juga dibentuk dengan beragam area bermain. Taman Ekspresi sendiri dibuat dengan tema seni. Sehingga pengunjung, khususnya anak yang datang dapat menjumpai banyak instalasi seni di taman ini.

(Kezia Priscilla - Mahasiswa UMN) 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Dinas Pendidikan Jawa Timur Tak Masalah Terapkan Aturan PPDB Zonasi
Artikel Selanjutnya
Jadwal KA Surabaya Dipastikan Normal Usai Insiden Kereta Pengangkut Semen