Sukses

Mahasiswa ITS Ciptakan Go-Tap, Penggunaan E-KTP Serbaguna dalam Sistem

Liputan6.com, Surabaya - Penduduk Indonesia saat ini sudah banyak yang memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), tapi belum berfungsi maksimal karena penggunaannya yang kurang efisien dan data yang ada belum terintegrasi dengan baik.

Mengangkat inovasi bernama Go-Tap, Tim Teponli dari mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencoba menawarkan sebuah sistem terintegrasi dengan menggunakan fitur e-KTP untuk memenuhi tantangan kota cerdas.

Dalam suatu kesempatan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pernah mengatakan, pemanfaatan data pada e-KTP dapat meningkatkan pelayanan publik dan memutuskan kebijakan berdasarkan data. Hal itu tentunya mampu mendukung aspek kota cerdas di Jawa Timur.

Selain itu, dirancangnya sistem Go-Tap ini juga didasari oleh dukungan masyarakat yang percaya sistem yang terintegrasi dapat dimaksimalkan dengan penggunaan e-KTP.

Tim yang beranggotakan Dhafa Hikmawan, Muhammad Abyan Dzaka, dan Ayas Faikar Nafis dari Departemen Informatika ITS ini mencoba mengambil titik temu dari beberapa data dan fakta yang sudah dipaparkan sebelumnya.

Yakni penggunaan e-KTP yang serbaguna dalam suatu sistem Go-Tap, sehingga mampu mewujudkan kota dengan data yang terintegrasi. "Hal itu tentunya akan mampu meningkatkan efisiensi dalam melayani masyarakat," ujar Muhammad Abyan Dzaka, Rabu, 20 November 2019. 

Lebih lanjut, pemuda yang kerap disapa Abyan ini menjelaskan, sistem Go-Tap sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan aspek intelegensi.

Untuk aspek hardware dalam sistem Go-Tap, terdiri dari beberapa fitur yaitu Go-Tap Reader, Go-Tap Mobile, Go-Tap Mini yang merupakan versi kecil dari Go-Tap Reader, dan Go-Tap Camera. Untuk fitur Go-Tap Camera dapat digunakan untuk memonitor orang dan juga bisa diintegrasikan dengan Go-Tap Vision Artificial Intelligence (AI).

Dari segi software, sistem Go-Tap terdiri dari lima fitur unggulan dengan kegunaan yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Go-Tap Parking, Go-Tap Presence, Go-Tap Healthcare, Go-Tap Ticket, dan Go-Tap Payment. Kemudian, data-data tersebut jumlahnya sangat besar dan bervariasi, sehingga terkumpul menjadi sebuah big data. 

"Dari big data tersebut bisa diolah lebih lanjut oleh pemerintah sebagai dasar pembuatan kebijakan serta untuk meningkatkan pelayanannya terhadap masyarakat," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Lima Fitur

Mahasiswa yang juga berperan sebagai project manager ini menjelaskan, lima fitur yang terdapat dalam aspek software itu bisa dimanfaatkan lebih jauh lagi.

Untuk fitur Go-Tap Parking bisa dimanfaatkan dalam memonitoring aktivitas parkir secara otomatis mulai dari perhitungan pembayaran hingga informasi lahan parkir yang kosong. Kemudian untuk Go-Tap Presence bisa digunakan oleh pemerintah dalam melihat kehadiran para pegawai negeri sipil (PNS). Absensi akan terekapitulasi otomatis dengan detail.

Selain itu, penggunaan Go-Tap Healthcare bisa dipakai pasien BPJS untuk mendaftar dan pemilihan poli tanpa harus membawa banyak berkas. Rekam medis pasien dan riwayat penyakit juga bisa dengan mudah dilihat.

Untuk Go-Tap Payment bisa digunakan lebih jauh untuk menganalisis pajak berdasarkan data transaksi yang sudah tercatat secara otomatis. Begitu juga dengan Go-Tap Ticket yang dapat diaplikasikan pada PT KAI, misalnya dengan memangkas waktu tanpa harus mencetak tiket.

Aspek terakhir yang ada dalam sistem Go-Tap ini yaitu terkait intelegensi berupa Go-Tap Vision AI. Fitur ini memungkinkan ada pengenalan wajah dengan kecepatan prediksi kurang dari satu detik dan tingkat akurasi mencapai 99,5 persen.

"Selain bisa diintegrasikan dengan Go-Tap Camera, fitur ini memudahkan kita untuk melacak orang dan memblokir hak akses tertentu,” tambahnya.

Untuk ke depan, menurut Abyan, akan dilakukan dua rencana terkait integrasi dan juga implementasi. Dari segi integrasi, akan dilakukan kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mendukung berjalannya fitur-fitur unggulan yang sudah disebutkan sebelumnya. 

Karya inovatif tim mahasiswa ini pun telah berhasil mempersembahkan medali emas dalam kategori Kota Cerdas pada gelaran GemasTIK ke-12, beberapa waktu lalu. Di bawah bimbingan dosen-dosen di antaranya adalah Dwi Sunaryono SKom MKom, Hadziq Fabroyir SKom PhD, Ridho Rahman Hariadi SKom MSc, dan Irzal Ahmad Sabilla SKom.

Harapannya, sistem Go-Tap ini mampu mendukung program pemerintah Jawa Timur sesuai dengan visi membangun kota cerdas ke depan.

"Semoga Go-Tap mampu diimplementasikan di berbagai sarana pendukung publik seperti rumah sakit, stasiun, perkantoran, dan juga sekolah,” pungkasnya penuh harap.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Menko Luhut Ingin Konsultan RI Dapat Evaluasi Kereta Jakarta-Surabaya
Artikel Selanjutnya
Pelaku Industri Tekstil Bakal Pindahkan Pabrik ke Jateng dan Jatim