Sukses

VIDEO: Nenek Pensiunan Perawat di Surabaya Aktif Buat Tas Rajut dari Benang

Liputan6.com, Jakarta - Seorang nenek pensiunan perawat Rumah Sakit Mata di Surabaya menghabiskan waktunya dengan membuat kerajinan tas rajut secara manual alias mengandalkan ketrampilan tangan. Selain bisa mengekspresikan ide dan kegemaran merajut, kesibukannya ini mampu menambah pundi-pundi ekonomi keluarga.

Berikut kita simak videonya pada Liputan6, 20 November 2019. Di rumahnya di kampung Manukan Lor Surabaya inilah, Supriyati (57) merajut tas benang secara manual alias mengandalkan ketrampilan tangan.

Perempuan pensiunan perawat rumah sakit mata ini memang sejak remaja gemar merajut yang diturunkan dari ibunya. Kini nenek dua cucu ini, mengisi kegiatan sehari-hari dengan merajut. Hasilnya, tas-tas cantik dari benang ini juga mampu menambah penghasilan rumah tangga. Karena suaminya juga hanya seorang pensiunan karyawan pabrik.

Bahan-bahan untuk membuat tas rajut ini dibeli di Pasar Bong, Pabean Surabaya. Ada benang rajut berbagai warna, pernik asesoris, dan lainnya. Untuk merajut tas ini dibutuhkan ketelitian, ketelatenan, dan penghitungan yang matang. Karena, jika tidak hasilnya tidak akanĀ maksimal. Untuk itu dibutuhkan waktu satu minggu untuk menyelesaikan satu karya tas rajutnya.

Untuk harga tas rajut paling murah berkisar Rp 50 ribu, dan paling mahal Rp 250 ribu. Tergantung ukuran tas, pernik, asesoris tambahan, dan permintaan konsumen. Saat ini tas karyanya sudah dipesan beberapa rekan yang tersebar dari mulut ke mulut, termasuk ibu-ibu PKK di wilayahnya. Selain itu, pemasarannya juga melalui media sosial.

Usaha kreatif Supriyati ini bisa menjadi insipirasi bagi ibu-ibu pensiunan lainnya atau di usia paruh baya, selain terbukti melatih saraf di otak, dengan merajut bisa mengisi waktu luang yang mampu menambah ekonomi keluarga.