Sukses

Giri Kedaton Gresik, Istana di Atas Bukit

Liputan6.com, Jakarta - Gresik, Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai kota industri. Gresik juga dikenal sebagai kota santri. Oleh karena itu, bila Anda sedang berlibur atau mampir di kota ini dapat berwisata religi dan sejarah.

Di wilayah ini, Anda dapat menemui sejumlah makam para tokoh ulama penyebar agama Islam.  Selain itu, ada juga tokoh penguasa yang pernah memerintah Bawean yaitu Syech Maulana Umar Mas’ud. Tak hanya itu, ada juga makam para bupati Sidayu.

Nah, salah satu wisata religi yang dapat ditemui di Gresik yaitu Giri Kedaton. Giri Kedaton, bangunan berupa pesantren yang dulunya didirikan oleh Sunan Giri. Bangunan ini berada di atas perbukitan yang didirikan pada 1487.

Berdasarkan laman Kemdikbud, di Situs Giri Kedaton untuk sementara ditemukan lima teras/undakan. Antara teras satu dengan teras lainnya ditandai struktur dinding teras yang bentuknya seperti kaki dan tubuh candi. Kaki struktur polos, sedangkan tubuh struktur bermotif hias pelipit-pelipit datar, bingkai cermin dan bidang persegi panjang. Selain juga BPCB Mojokerto menugaskan satu juru pelihara untuk menjaga situs.

Ingin tahu mengenai Giri Kedaton, Gresik, yuk simak ulasan dan potret Giri Kedaton dikutip dari berbagai sumber:

2 dari 5 halaman

Berada di Puncak Bukit

Situs Giri Kedaton terletak di puncak sebuah bukit dengan tanjakan tajam, relatif curam. Tepatnya berada di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Gresik sekitar 200 M sebelah selatan dari kompleks makam Sunan Giri. Situs ini berbatasan dengan perkampungan di sebelah timur dan barat. Ketinggian situs ini sekitar 77 meter di atas permukaan laut dan orientasi pintu masuk lokasi berada di sebelah timur.

3 dari 5 halaman

Berupa Kedaton

Berdasarkan beberapa versi sumber sejarah tradisional, situs ini merupakan kedaton (istana) atau pusat pemerintahan era Giri I yakni Sunan Giri atau Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin yang kemudian diteruskan secara turun temurun oleh para keturunannya.

Giri Kedaton didirikan oleh Sunan Giri pada 1487 M. Lokasi tersebut sebagai Kedaton Giri berdasarkan petunjuk Syeck Maulana Iskhak (Ayah Sunan Giri) atas dasar kesamaan segenggem tanah yang dibawa dari Samudra Pasai. Bangunan yang awalnya pesantren tempat Sunan Giri mengajarkan ajaran Agama Islam kepada para santrinya kemudian dikenal dengan Giri Kedaton.

Dalam babad gresik disebutkan kalau bangunan istana ini bertingkat tujuh di atas sebuah bukit. Peristiwa pembangunan kedaton ini ditandai dengan candra sengkala. Situs Giri Kedaton ketika itu berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan penyebaran agama Islam.

4 dari 5 halaman

Banyak Didatangi Peziarah

Situs ini banyak didatangi peziarah dan wisatawan umum sebagai tempat bermunajad dan belajar sejarah bangunan kuno. Berdasarkan cerita tempat ini merupakan tempat pengukuhan Raja-raja Islam Demak hingga Pajang.

Di tempat ini pula dibangun masjid/pondok pesantren yang pertama di Giri. Semuanya tinggal nampak bekas-bekasnya, termasuk kelengkapan kedaton lainnya berupa batu pelinggihan, kolam wudhu, dan dinding pagar kuno. Di belakang masjid terdapat pula makam Raden Supeno (putera Sunan Giri yang meninggal ketika masih remaja).

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini