Sukses

Mengenal Ayu Kartika Dewi, Lulusan Unair Jadi Staf Khusus Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan tujuh nama staf khususnya yang baru pada Kamis, 21 November 2019.  Penunjukan staf khusus dari kalangan anak muda ini untuk mengembangkan inovasi di segala bidang.

"Saya ingin mengenalkan staf khusus presiden yang baru, yang tugas khususnya nanti adalah mengembangkan inovasi-inovasi di segala bidang. Di sini segera kita lihat anak-anak muda semuanya,” tutur Jokowi di beranda Istana Merdeka, Kamis, 21 November 2019.

Di antara tujuh staf khusus baru tersebut, ada sosok Ayu Kartika Dewi, Perumus Gerakan SabangMerauke.

"Keempat, Ayu Kartika Dewi, 36 tahun, tapi kelihatan masih 25 tahun. Adalah salah satu anak memiliki misi mulia merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan, menjadi pendiri dan mentor lembaga SabangMerauke 1000 Anak Bangsa Merantau untuk Kembali,” ujar Jokowi, dilansir Antara.

Tak lama setelah pengumuman tujuh staf khusus baru Jokowi itu, Ayu pun membagikan unggahan foto pengumuman di instagramnya @ayukartikadewi pada Kamis, 21 November 2019.

Ada sekitar enam unggahan foto terkait pengumuman staf khusus baru tersebut. Ia pun mendapatkan ucapan selamat atas tugas baru yang diembannya. Ucapan itu antara lain:

@erza_sula menulis Selamat kak ayu!Semoga amanah tugasnya, keep inspiring, @firdawahyu31 menulis Congrats kak ayu semoga bisa mengemban amanah dengan baik, dan @hera_yulita menulis Alhamdullilah..Selamat mengemban amanah baru kak Ayu. Salam dari kami semua, dari sudut-sudut negeri. Bangga!!!.

 

2 dari 3 halaman

Lulusan Unair

Lalu siapakah sosok Ayu Kartika Dewi?

Ayu Kartika Dewi adalah salah satu perumus SabangMerauke. SabangMerauke sebuah program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan dan Keindonesiaan. Mengutip berbagai sumber, masa kecil Ayu yang sering berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti ayahnya harus berdinas di daerah lain membuat dirinya tak asing lagi dengan keragaman.

Perempuan kelahiran Banjarmasin ini mendirikan program SabangMerauke dilatarbelakangi pengalaman saat menjadi guru SD di Maluku Utara.  Kerusuhan Ambon-Poso 1999 tengah berlangsung. Lalu ia bersama teman-temannya berinisiatif mendirikan Program SabangMerauke.

"Saya mendukung SabangMerauke karena saya percaya bahwa toleransi itu tidak bisa hanya dibaca di buku PPKN. Toleransi itu harus dialami, harus dirasakan," tulis dia dikutip dari laman SabangMerauke.id.

Ayu Kartika Dewi lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga dan Pascasarjana Duke University of Amerika Serikat. Ia mendapatkan beasiswa dari Fulbright Scholarship. Sebelumnya, ia sempat mengajar sebagai Pengajar Muda angkatan I Indonesia Mengajar. Ayu juga pernah bekerja sebagai manager di Procter and Gamble Singapore, dan eks staf di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

Semasa kuliah, ia pernah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi peringkat pertama FE Universitas Airlangga dua tahun berturut-turut dan peringkat 4-se Unair pada 2003. Skripsi Ayu juga terpilih mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank dan menjadi presenter terbaik Student Grant seluruh Indonesia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Sederat Kegiatan Meriahkan Surabaya pada 2020, Wajib Catat dan Kunjungi
Artikel Selanjutnya
Ingin Wisata Religi di Surabaya? Dua Pura Ini Dapat Jadi Pilihan