Sukses

Waspadai Metabolic Syndrome yang Serang Anak Muda

Liputan6.com, Jakarta - Di era milenial saat ini, banyak hal dapat menjadi kekinian salah satunya adalah makanan dan gaya hidup. Tidak banyak orang tahu pola makan dan gaya hidup dapat mempengaruhi kesehatan tubuh.

Dengan pola makan dan gaya hidup yang tidak seimbang salah satunya dapat memunculkan gejala metabolic syndrome. Gejala ini merupakan gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Gangguan itu meliputi peningkatan tekanan darah tinggi, penumpukan lemak di perut, serta kenaikan kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida.

Seseorang dikatakan menderita metabolic syndrome jika mengalami sedikitnya tiga dari lima kondisi, yaitu hipertensi, hiperkolesterolemia, trigliserida tinggi, diabetes, dan obesitas.

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk Indonesia. Hal ini terbukti dengan masuknya Indonesia sebagai 10 besar negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia.

Dengan tindakan preventif yang dilakukan bersama dan kesadaran masyarakat akan faktor risiko dari penyakit ini diharapkan angka penderita diabetes dapat menurun. 

Melalui acara seminar awam dengan tema “Metabolic Syndrome dan Penanganannya ”, dokter spesialis Siloam Hospitals Surabaya berbagi ilmu kepada masyarakat seputar penyakit metabolic syndrome dan penanganan dengan harapan materi yang disampaikan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat.

“Tren usia penderita metabolic syndrome sekarang semakin muda. Jika dulu mulai muncul di usia 60 tahun, sekarang usia 40an sudah bisa menderita tiga dari lima kondisi dari metabolic syndrome_ini,” ujar dr Irene Stephanie Surjadibrata spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals Surabaya, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (30/11/2019).

Ia menuturkan, tindakan pencegahan yang bisa dilakukan dengan batasi konsumsi karbohidrat, hindari obesitas, [olahraga ](https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4120820/teknologi-terbaru-bikin-pakaian-olahraga-jadi-lebih-nyaman?source=search "")teratur, dan medical check-up rutin setahun sekali untuk usia 40 tahun ke atas.

Melalui acara ini, Siloam Hospitals Surabaya mengajak masyarakat untuk rutin melakukan medical checkup sebagai salah satu tindakan preventif. “Kami mengharapkan medical checkup menjadi salah satu trend dalam masyarakat agar dapat menekan angka penderita metabolic syndrome,” terang dr Chandra Wijaya selaku Business Development dari Siloam Hospitals Surabaya.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Dinas Pendidikan Jawa Timur Dampingi Sekolah Terkait USBN
Artikel Selanjutnya
Unusa AFC Bakal Dukung Program One Pesantren One Product Jawa Timur