Sukses

Kampoeng Dolanan Surabaya, Upaya Melestarikan Permainan Tradisional

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan teknologi membuat permainan semakin canggih. Apalagi dengan maraknya ponsel pintar. Ini membuat anak hingga orang dewasa tertarik dan menghabiskan waktu memegang ponsel untuk bermain.

Hal tersebut juga berdampak terhadap minat anak untuk memainkan permainan tradisional. Ditambah lahan semakin sedikit untuk melakukan permainan tradisional juga turut mempengaruhi anak untuk bermain langsung misalkan di lapangan.

Meski demikian, hal itu tidak membuat komunitas ini patah semangat. Di Surabaya, terdapat komunitas  yang berupaya melestarikan permainan tradisional. Komunitas ini disebut Kampoeng Dolanan. Kampoeng Dolanan adalah salah satu kampung yang berada di Kenjeran, Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Surabaya.

Kampoeng Dolanan berdiri sejak 13 Desember 2016 di atas tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang sudah ditempati selama berpuluh-puluh tahun. Di Kampoeng Dolanan ini, terdapat banyak permainan tradisional yang sering dimainkan oleh penduduknya, umumnya oleh anak-anak kecil.

Mengutip dari humas.surabaya.go.id, Selasa (3/12/2019), Koordinator Komunitas Kampoeng Dolanan Mustofa menuturkan, komunitas ini mencoba melestarikan permaintan tradisional, mengenalkan dan bermain bersama anak-anak. Mustofa merasa minat anak-anak terhadap permainan tradisional semakin berkurang seiring berkembangnya teknologi.

Oleh karena itu, ia menuturkan, orang dewasa adalah garda terdepan untuk memperkenalkan permainan tradisional pada generasi muda. Ada sekitar 15 permainan yang dikenalkan oleh komunitas Kampoeng Dolanan yaitu ular tangga, egrang bamboo, egrang kaleng, balap karung, lompat tali, tarik tambang, dan lainnya.

Pada 2017, Kampung Dolanan hanya mempunyai dua program saja yaitu Ayo Rek Dolanan (ARD) yang dilaksanakan saat Car Free Day (CFD) di Tunjungan dan Sekolah Dolanan yang diadakan Rabu malam.

Awalnya, Kampoeng Dolanan digerakkan oleh karang taruna setempat. Lama-kelamaan, Kampoeng Dolanan berkembang ke luar Simokerto, Surabaya.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Mau tak mau, Kampoeng Dolanan harus mencari relawan untuk menggerakan program di luar kampoeng. Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk di Kampung Dolanan semakin bertambah, programnya pun semakin bertambah.

Kampung Dolanan membuat program baru yang dinamakan KD Roadshow yang di dalamnya terdapat kegiatan berupa sambang (mengunjungi) kampoeng, sambang sekolah, sambang dalan, sambang event, dan sambang komunitas.

Ketika menjalankan roadshow, Kampung Dolanan akan mengajak masyarakat sekitar untuk bermain permainan tradisional. Biasanya, permainan yang dibawa adalah tarik tambang, balap karung, lompat tali, dakon, bekel, engkle pesawat, engkle gunung, tekotek dan lain-lain.

Selain itu, sejak 2017 Kampoeng Dolanan mulai melayani penjualan permainan tradisional. Kampoeng Dolanan bekerja sama dengan pengrajin lokal. Selain harganya murah, juga dapat mensejahterakan perajin mainan.

  

 

(Shafa Tasha Fadhila - Mahasiswa PNJ)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Mahasiswa Unair Bikin Produk Kecantikan dari Racikan Nusantara
Artikel Selanjutnya
Dinas Pendidikan Jawa Timur Dampingi Sekolah Terkait USBN