Sukses

Begini Jurus Pemkot Surabaya Cegah Kebakaran

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya menyatakan sebagian besar pos bantu sudah menerapkan wilayah manajemen kebakaran (WMK). 

Penerapan program itu pun dilakukan dengan radius 2,5 kilometer (KM) dari pos bantu PMK Surabaya sebagai upaya mengantisipasi bahaya kebakaran. Kepala Dinas PMK Surabaya Dedik Irianto, mengatakan untuk Kota Surabaya saat ini sudah ada 21 pos bantu PMK dan 96 persen sudah meliputi program WMK.

"Kami berharap dengan program WMK ini, bahaya kebakaran di Surabaya bisa dicegah," ujar dia dilansir Antara, Minggu (8/12/2019).

Menurut dia, dengan ada program WMK, satu wilayah dengan wilayah lainnya terhubung ikatan kerja sama dan saling bantu. Ia mencontohkan, jika ada kebakaran di wilayah Bubutan, PMK dari Tegalsari yang wilayahnya berdekatan dengan Bubutan bisa membantu.

Dengan begitu api lebih cepat dipadamkan. Selain itu, WMK tidak hanya terhubung dalam satu wilayah, namun juga antarkota. PMK Surabaya sendiri sering membantu kota lain seperti kebakaran di Sidoarjo.

"Secara keseluruhan titik kantor kebakaran ada 21 pos, plus 1 Puskotis (Posko Strategis) di Balai Pemuda," kata dia.

2 dari 3 halaman

Ada Tim Walung Kadung

Selain itu, Dinas PMK Surabaya juga memiliki Tim Walang Kadung yang biasa menggunakan sepeda motor menjadi garda terdepan dalam pemadaman kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah di Surabaya.

Tim tersebut cukup lincah ketika berada di jalan dan bisa masuk ke gang-gang sempit di perkampungan padat penduduk. Selain itu, tim tersebut juga sudah mengantongi izin dari Jasa Marga untuk beroperasi dan melintas di jalan tol saat terjadi kecelakaan. Awalnya, Tim Walang Kadung ini memiliki dua unit sepeda motor khusus.

Namun, setelah terlihat hasil dan efektif dalam memadamkan kebakaran, ditambahkan lagi tiga unit. Kendaraan yang dipakai Tim Walang Kadung dibuat khusus dari Jepang dengan kapasitas mesin Kawasaki 250 cc, dilengkapi pula dengan selang high pressure portable system sepanjang 15 meter, dua tangki air plus foam (busa) berkapasitas masing-masing 25 liter, dua tabung propelent berkapasitas 6 liter dengan kemampuan tekan 300 bar, dan kemampuan semprot jet 15 meter.

Selain itu, para pengendara dilengkapi helm yang didesain khusus dan terkoneksi dengan alat komunikasi HT (handy talky) sehingga petugas yang mengendarai motor Walang Kadung itu sudah siap dengan seragam aman pemadam.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Dinas Kesehatan Jatim Catat 2.668 Penderita Kusta Baru pada 2019
Artikel Selanjutnya
Ratusan Hektar Sawah di Magetan Terserang Hama Tikus