Sukses

VIDEO: Akibat Hujan Deras, Tanah di Lereng Gunung Bromo Retak 300 Meter

Liputan6.com, Jakarta Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur membuat tanah di areal pertanian warga, retak sepanjang ratusan meter, dengan kedalaman hingga 50 meter.

Khawatir rawan longsor, BPBD dan Tagana langsung cek ke lokasi kejadian, dan menghimbau agar warga berhati-hati saat melintasi di daerah tersebut. 

Sejumlah anggota BPBD dan Tagana Kabupaten Pasuruan, turun ke lapangan memeriksa tanah retak, di Desa Gendro, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Senin siang. Retakan tanah terjadi di sekitar area pertanian sepanjang kurang lebih 300 meter, dengan kedalaman antara 10 hingga 50 meter.

Dari hasil pengecekan di lapangan, BPBD Kabupaten Pasuruan menyebutkan jika retakan yang terjadi bukan karena gempa tetapi karena pergerakan tanah akibat tingginya intensitas hujan di wilayah ini. Meski belum menginstruksikan pengungsian, namun BPBD menghimbau warga agar tetap waspada jika melintas di daerah retakan. 

Kondisi ini terjadi, setelah tiga hari berturut-turut, wilayah Pasuruan yang berada di lereng Gunung Bromo ini, diguyur hujan deras. Berikut seperti diberitakan Liputan6, 10 Desember 2019.

Kondisi ini membuat resah warga Desa Gendro, dan sekitarnya, apalagi retakan juga menyebabkan kerusakan rumah dan kandang milik warga. Menurut salah seorang perangkat desa setempat, dinding rumah dan lantai kandang dekat area pertanian itu juga ikut retak. Warga khawatir terjadi longsor besar, dan meminta pihak terkait untuk segera mengambil tindakan.

Jika dalam kurun beberapa hari ini intensitas hujan di wilayah selatan tetap tinggi, dimungkinkan retakan tanah akan semakin melebar dan membahayakan. BPBD dan Tagana berencana menempatkan beberapa anggotanya untuk memantau terus kondisi retakan tersebut.