Sukses

Kampung Ilmu Tempat Cari Buku Murah di Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi Kota Metropolitan ke dua setelah Jakarta, membuat Surabaya memiliki banyak kawasan yang dibagi-bagi menjadi daerah-daerah. Di setiap sudutnya menyebar kampung-kampung sebagai tempat tinggal warga Surabaya.

Di Surabaya, kampung bukan hanya sekadar kampung. Banyak kampung yang disulap menjadi tempat wisata di kota pahlawan ini seperti Kampung Maspati, Kampung Ilmu, dan masih banyak lagi.

Kampung wisata tersebut selain menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sebagai tempat edukasi. Dari mulai sejarah, hingga ke tiap tiang yang berdiri kokoh menopang bangunan seperti Kampung Ilmu. Kampung Ilmu terletak di Jalan Semarang, tak jauh dari Stasiun Kereta Api Pasar Turi.

Mengutip dari laman surabaya.go.id, Kampung Ilmu merupakan sebuah kampung yang didirikan oleh peguyuban pedagang kaki lima (PKL) yang menjual buku-buku bekas pada 2008.

Tak hanya buku bekas, beberapa stan juga ada yang menjual buku-buku yang tergolong keluaran baru. Koleksi buku, majalah, dan komik berjejer menawarkan diri agar dibeli oleh pengunjung yang datang di Surabaya.

Tak hanya itu, Anda juga dapat menemukan buku-buku lawas yang sudah sulit ditemukan di toko-toko buku atau yang sudah tidak dicetak ulang lagi.

Harga buku yang ada di Kampung Ilmu juga tergolong relatif murah. Melansir dari instagram @suroboyo.ku, di Kampung Ilmu terdapat pendopo yang digunakan untuk aktivitas penunjang lainnya. Kampung Ilmu dijadikan tempat mencari buku oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

 

 

(Shafa Tasha Fadhila - Mahasiswa PNJ)

2 dari 3 halaman

Di Kampung Sidoarjo Ini Anak Bakal Lupakan Gadget

Sebelumnya, perkembangan teknologi diikuti maraknya gadget membuat anak dan remaja lebih memilih habiskan waktu dengan gadget ketimbang sosialisasi dengan lingkungannya.

Hal itu membuat keresahan seorang pemuda bernama Ahmad Irfandi. Ia membentuk Kampung Lali Gadget di Sidoarjo, Jawa Timur. Nama kampung ini dalam Bahasa Indonesia disebut juga "lupa gadget". Kampung ini tepatnya berada di Dusun Bendet, Desa Pager Ngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur.

Melalui kampung ini, anak dikenalkan dengan permainan tradisional antara lain egrang, dakon, dan wayang, balon gelembung, menembak botol gunakan peluru kertas, dan lain-lain. Demikian mengutip tayangan Liputan6, Rabu, 11 Desember 2019.

Kampung yang hadir sejak April 2018 ini terbentuk dengan bantuan sejumlah komunitas dan karang taruna setempat. Diharapkan anak-anak dan warga melestarikan permainan tradisional sedini mungkin. Selain itu mengajak anak-anak mengurangi bermain gawai yang dinilai dapat menyebabkan gangguan kejiwaan serta antisosial.

Ahmad Irfandi mengharapkan kampung lali gadget menjadi kampung percontohan bagi kampung-kampung lain untuk terus mengkampanyekan permainan tradisional dan mengurangi bermain gawai dan gadget sedini mungkin.

Kini kampung lali gadget ramai didatangi anak-anak yang ada di desa setempat, dan desa sekitarnya. Semua anak yang bermain harus bebas dari gadget. Gerakan Kampung Lali Gadget ini disambut baik para orangtua karena dapat mengurangi anak-anak bermain gawai dan mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading