Sukses

SAR Surabaya Terjunkan 1 Tim Bantu Evakuasi Korban Banjir Jakarta

Liputan6.com, Surabaya - Satu tim rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya diterjunkan membantu evakuasi korban banjir di Jakarta, Kamis 2 Januari 2020.

Sejumlah enam rescuer diberangkatkan lewat jalur udara pada malam hari pukul 21.20 WIB, agar bisa siap berada di lokasi posko evakuasi korban banjir pada Jumat 3 Januari 2020. 

Enam rescuer dibekali APD seperti helm safety, life jacket, booties, serta peralatan rescue seperti tali webbing, carabiner, headlamp, senter, matras, dan throw bag. 

Wasis, selaku komandan tim rescuer dari Surabaya ini mengatakan, timnya tidak hanya menyiapkan alat rescue tetapi juga mempersiapkan kesehatan fisik. 

"Kita semua sudah lihat di berita bahwa ketinggian air mencapai 1 meter bahkan beberapa lokasi bisa lebih dari itu. Jadi kondisi fisik dan stamina rescuer juga penting untuk diperhatikan ketika melakukan operasi agar kuat dalam menghadapi medan dan cuaca yang tidak menentu,” ujar Wasis.

Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan, Al Amrad mengatakan, perbantuan tenaga personel ini dilakukan untuk menjawab permintaan Kantor Basarnas pusat agar beberapa kantor SAR lain dapat membantu kantor SAR Jakarta dalam menghadapi musibah banjir yang sedang terjadi. 

Kantor SAR lain yang diminta mengirimkan personel ialah Kantor SAR Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Lampung, Pekanbaru, Pontianak, Banjarmasin, Palembang, Mataram, Balikpapan, dan Bandung. 

“Diperkiraan cuaca ekstrem terjadi hingga pertengahan bulan ini sehingga rencananya bantuan tenaga personel akan berada di Jakarta sampai pertengahan Januari ini,” ujar Al Amrad.

 

2 dari 3 halaman

BPBD: Jumlah Pengungsi Korban Banjir di Jakarta Menurun

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta M Ridwan menyebutkan, jumlah pengungsi korban banjir Jakarta di hari ketiga sebanyak 12.491 jiwa. Jumlah ini menurun dibanding dua hari sebelumnya dengan jumlah pengungsi 31 ribu jiwa.

"Jumlah pengungsi DKI Jakarta sudah berkurang dari sebelumnya sekitar 31 ribu menjadi 12.491 jiwa," ujar Ridwan dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Januari 2020.

Ridwan mengatakan, jumlah pengungsi paling banyak berada di Jakarta Timur, yaitu 5.412 pengungsi.

Ia juga merinci, jumlah data pengungsi untuk wilayah Jakarta Pusat sebanyak 1.700 pengungsi dari 3 kecamatan, 3 kelurahan. Sementara jumlah lokasi pengungsi untuk wilayah Jakarta Pusat sebanyak 10 titik.

Di Jakarta Utara, jumlah pengungsi sebanyak 571 orang dari 2 kecamatan dan 6 kelurahan. Titik lokasi pengungsi ada 10.

Sementara di Jakarta Barat, dari 18 kelurahan dan 6 kecamatan, jumlah pengungsi sebanyak 1.554 orang. Wilayah ini terdampak banjir cukup parah dengan ketinggian air mencapai 2 meter

Di Jakarta Selatan, jumlah pengungsi sebanyak 3.254 jiwa yang tersebar di 25 titik lokasi pengungsian. Terakhir, di Jakarta Timur dengan jumlah pengungsi sebanyak 5.412 dari 14 kelurahan dan 6 kecamatan. Jumlah lokasi pengungsian sebanyak 34 titik.

"Untuk jumlah ini akan terus di-update secara berkala," ujar Ridwan.

 

Reporter: Yunita Amalia/Merdeka.com

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini