Sukses

KPU Surabaya Kenalkan Siro dan Siboy, Maskot Pemilihan Wali Kota 2020

Liputan6.com, Surabaya - KPU Kota Surabaya memperkenalkan  Siro (Ikan Hiu) dan Siboy (Buaya) sebagai maskot Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Surabaya pada 2020. Maskot Pilwalkot tersebut ditetapkan KPU Surabaya setelah melewati sayembara.

Komisioner KPU Kota Surabaya, Zubairi mengatakan, ada 34 desain maskot yang diterima oleh KPU. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan KPU Surabaya, maskot yang akhirnya ditetapkan menang adalah maskot yang menggambarkan ciri khas Surabaya, yaitu ikon Suro (Ikan Hiu) dan Boyo (Buaya).

"Dari puluhan desain yang masuk, KPU Surabaya memilih desain dengan ikon Suro dan Boyo serta logo KPU yang menang. Hal ini didasarkan pada ciri khas Surabaya dan sangat mudah dikenali oleh masyarakat baik yang ada di Surabaya maupun luar Surabaya," tutur dia, Kamis, 16 Januari 2020.

Selain maskot, KPU Surabaya juga memperkenalkan Mars dan Jingle untuk Pilwalkot Surabaya. Maskot, Mars dan Jingle yang sudah ditetapkan tersebut akan segera disahkan dan diluncurkan untuk dikenali oleh masyarakat.

Komisioner KPU Surabaya, Supriyatno  menuturkan, untuk mars dan jingle yang ditetapkan menang adalah yang bisa mengajak arek Suroboyo berpartisipasi dalam pilwalkot nanti. Selain itu juga mudah diingat dan terdapat sentuhan seni budaya Suroboyoan.

"Kita juga telah menetapkan mars dan jingle yang akan digunakan dalam pilwalkot nanti. Kita ingin mars dan jingle tersebut bisa menggugah warga Surabaya berbondong bondong ke TPS untuk memberikan hak suaranya," pungkas Nano panggilan akrab Supriyatno Komisioner KPU Surabaya.

2 dari 4 halaman

KPU Surabaya Terapkan Sistem Gugur Tahap Seleksi

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menerapkan sistem gugur setiap tahapan seleksi badan ad hoc Pilkada Surabaya 2020 meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Pendaftaran dibuka mulai 15 Januari 2020. Pengumuman akan ditempel di setiap kantor kecamatan dan kelurahan se-Surabaya. Selain itu, pada laman serta papan pengumuman Kantor KPU Surabaya Jalan Adityawarman 87 Surabaya," kata Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi di Surabaya, Selasa, 14 Januari 2020.

Menurut dia, KPU Surabaya mulai akan menerima berkas pendaftaran per 18-24 Januari 2020. "Jadi berkas pendaftaran menjadi bagian awal seleksi terkait administrasi. Yang dilanjutkan tahapan seleksi berupa tes tulis, dan wawancara. Tiga tahapan tes ini ke semuanya menggunakan sistem gugur," katanya, dilansir dari Antara.

Seluruh biaya yang ditimbulkan atas pelaksanaan seleksi, kata Nur Syamsi, tidak dibebankan ke peserta, melainkan semuanya gratis.

"Pelaksanaan seleksi gratis. Kecuali yang melekat pada berkas administrasi seperti meterai dan cetak foto," katanya.

Syamsi merinci mekanisme pengiriman berkas, di antaranya dikirim langsung oleh calon badan ad hoc, melalui jasa hantaran, atau melalui email yang ditindak lanjuti pengiriman berkas (hardcopy).

"Kami mengimbau kepada warga Surabaya yang berminat menjadi badan ad hoc untuk tidak percaya janji-janji yang menyebut bisa meloloskan. Tidak menutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok," kata dia.

3 dari 4 halaman

KPU Surabaya Ajak Masyarakat Berpartisipasi

Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Surabaya, Soeprayitno menambahkan pihaknya menitipkan mata dan telinga lintas elemen se-Kota Surabaya untuk turut mengawasi serta memberi masukkan atas keberadaan calon badan ad hoc.

"Ini (pengawasan masyarakat) menjadi penting supaya jangan sampai ada badan ad hoc nantinya yang merupakan mantan tim sukses calon anggota legislatif, mantan caleg atau bahkan kader partai, katanya.

Nano sapaan Soeprayitno menambahkan dalam perekrutan dan tugas badan ad hoc ke depan akan mengedepankan aspek akuntabilitas, transparansi, serta profesional.

"Kami berharap Pilkada Surabaya 2020 benar-benar bermartabat sesuai tagline atau jargon, Pemilihan Bermartabat, Surabaya Hebat," kata dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Dinas Kesehatan Jatim Catat 2.668 Penderita Kusta Baru pada 2019
Artikel Selanjutnya
Ratusan Hektar Sawah di Magetan Terserang Hama Tikus