Sukses

VIDEO: Jepang Akui Kualitas Ikan Sidat dari Banyuwangi

Liputan6.com, Jakarta - Sidat merupakan jenis ikan yang sangat istimewa. Hewan yang juga dikenal dengan nama oling ini tidak bisa hidup di sembarang tempat.

Namun di Banyuwangi, ikan sidat dibudidayakan dengan baik, bahkan kini sudah menjadi komoditas ekspor hingga ke Jepang. Kondisi air di Banyuwangi yang minim bakteri membuat hewan melata sebangsa belut ini bisa berkembang biak dengan baik.

Di Jepang, olahan makanan dari ikan sidat menjadi menu favorit sehingga ikan sidat memiliki nilai jual sangat tinggi. Hewan melata yang dikenal masyarakat suku Osing dengan nama oling ini memiliki kandungan protein setara dengan ikan salmon.

Hewan melata sebangsa belut ini tergolong ikan istimewa karena tak bisa hidup di sembarang tempat, dan harus hidup di aliran air yang benar-benar bersih agar bisa berkembang biak dengan baik. Produk olahan ikan oling di pasaran sangat mahal karena bibitnya hanya bisa ditangkap di alam.

Hampir 80 persen bibit ikan sidat didapat dari petani, dan pengepul. Kemudian bibit sidat dirawat di pembenihan sampai usia 240 hari, atau bobot 10 gram. Setelah itu baru dipindah ke kolam luar ruangan. Ikan baru bisa dipanen pada saat bobot sudah mencapai 280 gram, atau berumur 810 hari.

Pesatnya budidaya ikan sidat di Banyuwangi, membuat permintaan ekspor sidat dari luar negeri terus melonjak, salah satunya Jepang.

Di Jepang, olahan ikan ini merupakan jenis makanan berkelas premium. Dengan suksesnya ekspor sidat dari Banyuwangi ke Jepang ini membuktikan kualitas ikan sidat asal Banyuwangi benar-benar memiliki kualitas yang sangat tinggi.

Berikut video liputannya pada Fokus, 15 Januari 2020