Sukses

VIDEO: Kisah Pria Difabel Bangkit dari Keterpurukan, Bikin Miniatur Kapal Pinisi dari Bambu

Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan bambu di sekitar tempat tinggalnya, seorang penyandang disabilitas di Tulungagung, Jawa Timur berkreasi membuat miniatur kapal klasik nan unik.

Dari bambu seharga belasan ribu per batang, kerajinan kapal klasik ini, terjual hingga harga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya.

Keterbatasan fisik tak membatasi Budiono berkreativitas. Akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya beberapa tahun lalu, kedua kaki warga Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Tulungagung ini, mengalami kelumpuhan. 

Sempat menutup diri selama beberapa tahun, Budiono bangkit dan berkreativitas. Dengan memanfaatkan bambu yang banyak terdapat di sekitar rumahnya, Budiono berkreasi membuat miniatur kapal klasik yang unik. Bambu jenis apus yang didapatkan dari sekitar desanya, dipotong sesuai ukuran perahu yang akan dibuat.

Dari potongan bambu yang bagian kulitnya dibuang inilah, Budiono memulai mengerjakan rangka dan lambung kapal. Meski terlihat sederhana, tapi pemasangan bagian-bagian kapal memerlukan ketelitian dan perhitungan yang tepat, agar mendapatkan bentuk yang tidak hanya serasi namun juga kokoh.

Untuk membuat satu unit miniatur perahu atau kapal, biasanya dapat diselesaikan dalam waktu 1-2 minggu. Selain bentuk kapal pinisi, Budiono, juga membuat kapal uap mississippi king, buatan abad ke-19, serta kapal fiksi dalam film Pirates of the Caribbean, Black Pearl.

Dia menuturkan, dalam pengerjaan miniatur kapal klasik ini, bagian yang tersulit adalah memasang bagian ornamen kapal, karena harus dipasang sedetil mungkin, agar mirip dengan aslinya. 

Pemasaran kerajinan miniatur kapal ini masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Terkadang karya kreatif ini juga diikutsertakan dalam pameran. Untuk harganya, sebuah miniatur kapal bambu ini dijual antara Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung ukuran dan jenis miniatur kapal yang dipesan.

Mari kita simak videonya pada Fokus, 17 Januari 2020.