Sukses

Pohon-Pohon Kurma Tumbuh di Jawa Timur, di Mana Saja?

Liputan6.com, Jakarta - Kurma, buah yang menjadi salah satu ciri khas dari negara-negara di Timur Tengah. Kurma tumbuh subur di Timur Tengah karena negara-negaranya mempunyai iklim gurun.

Buah kurma di Indonesia sudah tidak asing lagi dan mudah ditemukan.  Akan tetapi, jika menanam pohon kurma di Indonesia yang mempunyai iklim tropis akan mengalami kesulitan karena cuaca dan iklim yang berbeda dengan negara di Timur Tengah.

Namun, siapa sangka jika pohon kurma tumbuh subur di Indonesia? Beberapa daerah di Jawa Timur ini berhasil menanam pohon kurma hingga berbuah. Ingin tahu di daerah mana saja? Simak rangkuman dari Liputan6.com, Selasa (21/1/2020:

1. Kurma Nabi (Ajwa) Tumbuh di Ponorogo

Pohon kurma jenis ajwa atau biasa dikenal dengan kurma nabi tumbuh subur Jawa Timur. Pohon kurma tersebut milik salah seorang warga bernama Budijono yang tinggal di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jawa Timur.

Mengutip video liputan program Fokus pada 16 Januari 2020, disebut-sebut pohon kurma ajwa ini sudah tumbuh sejak 15  tahun lalu. Kurma ajwa mempunyai ukuran yang besar, berbeda dengan kurma-kurma lainnya. Budijono mengaku, pohon kurma miliknya sudah tiga kali berbuah.

Awalnya, ia melempar biji buah kurma ke halaman rumahnya, kemudian ia tak menyangka jika biji kurma tersebut tumbuh. Apalagi kurma yang tumbuh adalah kurma jenis ajwa atau disebut juga dengan kurma nabi.

Semenjak itu, banyak ibu-ibu berdatangan ke rumah Budijono untuk membeli kurmanya atau hanya sekadar berswafoto dengan pohonnya. Karena banyak warga yang berdatangan, maka beberapa polisi disiagakan di lokasi.

Sementara itu Budijono, pemilik pohon kurma hanya menjual buah kurma ajwa kepada yang benar-benar membutuhan dan membatasi jumlah pembelian, yaitu satu orang maksimal tiga ons dengan harga Rp 15.000.

2 dari 4 halaman

2. Pohon Kurma di Sukorejo yang Jadi Sarana Penelitian

Selain pohon kurma ajwa atau pohon kurma nabi yang tumbuh di Ponorogo, terdapat beberapa jenis kurma tumbuh subur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukerejo, Pasuruan, Jawa Timur.

Kurma-kurma tersebut tumbuh di Kebun Wisata Kurma. Di tempat ini hampir 500 pohon kurma tumbuh di atas tanah seluas sekitar 2 – 4 hektare. Setidaknya ada jenis kurma yang terkenal di dunia tumbuh di sini, yaitu Kurma Ajwa asal dari dataran tinggi Nejed Kota Madinah, Arab Saudi, Kurma Barhi Kholas, Kurma Makhtoom, dan masih banyak lagi.

Mengutip dari video liputan Fokus pada 10 Desember 2019, Kebun Kurma yang ada di Pasuruan, Jawa Timur membuat puluhan petani di berbagai daerah di Indonesia tertarik untuk belajar budi daya kurma.

Petani tersebut didampingi oleh seorang ahli tanaman kurma asal Thailand, Dr Kolaka. Mereka diajari untuk mengenal berbagai jenis kurma, mulai dari cara menanam hingga memanen.

Di negara tropis seperti Indonesia dan Thailand, jenis kurma yang yang dapat tumbuh subur adalah ajwa, kholas, dan sayer yang dapat dipanen tiga bulan sekali. Petani-petani yang hadir mengaku senang dan termotivasi untuk membudidayakan kurma di daerahnya masing-masing. Mereka juga mengaku ilmu yang didapat mudah dipahami dan mudah dipraktikkan.

Kebun Kurma di Pasuruan ini tak hanya dijadikan sebagai tempat edukasi agro wisata, tetapi juga kerap dijadikan sebagai tempat penelitian dan pembelajaran mahasiswa di bidang pertanian sebagai upaya pengembangan tanaman potensial untuk para petani.

3 dari 4 halaman

3. Pohon Kurma Tumbuh di Pondok Pesantren Kediri

Pondok Pesantren Pari Ulu yang terletak di Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur menjadi sorotan karena berhasil membudidayakan 14 jenis kurma.

Pondok pesantren yang diasuh oleh Kyai Mustain Anshori tersebut melakukan penelitian untuk membudidayakan pohon kurma. Dalam penelitian yang pertama, memakan waktu kurang lebih selama empat tahun tahun lamanya dari mulai benih hingga berbuah. Kemudian penelitian kedua, kurma dapat berbuah dalam waktu 2 tahun.

Di Pondok Pesantren Pari Ulu terdapat tiga jenis kurma yang berbuah dari 14 jenis kurma yang dibudidayakan, yaitu Kurma Ajwa, Ruzeis, dan Madinah.

"Perawatannya itu harus telaten dari memberikan air, hingga menjauhkan dari hama," kata Santri Ponpes Usman Efendi, Mengutip video Liputan6.com, Selasa, 23 Juli 2019.

Kurma yang ada di Pondok Pesantren Pari Ulu ini juga ditanam di atas polibag dan pot. Sampai saat ini, kurma-kurma yang sudah berbuah belum diperjual-belikan karena masih dalam tahap penelitian. Setelah terbukti bisa dikembangkan oleh petani di Indonesia, Mustain Anshori baru akan menjualnya dengan harapan dapat dibudidayakan secara massal.

Ternyata tak perlu jauh-jauh ke Timur Tengah untuk melihat dan merasakan kurma dari pohonnya, di sejumlah kawasan Jawa Timur juga banyak pohon kurma tumbuh subur.

 

 

(Shafa Tasha Fadhila - Mahasiswa PNJ)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading